“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta, India, Bangladesh, Brasil minta ke kita,” ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti pentingnya upaya swasembada dan pembenahan sektor pertanian yang selama ini dilakukan pemerintah.

Hubungan dengan Negara Tetangga Disebut Membaik

Selain faktor ekonomi domestik, Prabowo menyebut stabilitas nasional juga ditopang hubungan luar negeri yang lebih baik dengan sejumlah negara.

Ia mengatakan pemerintah menyelesaikan berbagai kerja sama yang sebelumnya tertunda dengan Singapura dan Vietnam. Hubungan dengan Tiongkok juga disebut terus diperkuat.

“Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan, Pak Jokowi (dan) saya kita selesaikan semua. Sama Tiongkok kita perbaiki,” tuturnya.

Prabowo Ingatkan Pejabat Harus Berpihak ke Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan para pejabat dan pimpinan negara agar tetap loyal kepada kepentingan nasional serta tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Menurutnya, rakyat pada dasarnya telah menunjukkan kesetiaan kepada negara sehingga para pemimpin juga harus menunjukkan keberpihakan yang sama.

“Pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI. Bukan rakyat, rakyat pasti setia, nggak ada pilihan,” kata Prabowo.

Ia juga menyinggung masih adanya pihak yang mengatasnamakan nasionalisme, namun dinilai tidak benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi nggak jelas. Begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” imbuhnya.