Lhan tumbuh dengan keyakinan bahwa House 89 benar-benar menerimanya tanpa syarat. Namun kenyataan yang terungkap kemudian justru jauh lebih rumit.

Film mengungkap bahwa Pran ternyata juga memiliki darah Aurum langka. Poh mempertahankan Lhan sebagai cadangan donor jika sesuatu terjadi pada putranya.

Meski menyimpan motif tersembunyi, Poh tetap bukan karakter antagonis sepenuhnya. Ia tetap melindungi Lhan selama bertahun-tahun dan bahkan mempertaruhkan nyawanya ketika markas House 89 diserang.

Karakter Poh menjadi simbol dilema antara kasih sayang seorang ayah dan tindakan manipulatif demi menyelamatkan keluarga.

Nasib Pran dan M di Akhir Cerita

Bagian akhir film berubah menjadi sangat emosional setelah Pran dan M memutuskan mengorbankan diri demi menyelamatkan Lhan.

Setelah berhasil lolos dari serangan besar kelompok Mala, mereka sempat mengira ancaman telah berakhir. Namun Chaba ternyata masih hidup dan kembali menyerang.

Dalam pertarungan terakhir itu, Lhan mengalami luka parah dan kehilangan banyak darah. Karena rumah sakit terlalu jauh, Pran melakukan transfusi darah darurat.

Pran sengaja memberikan darah melebihi batas aman demi menyelamatkan perempuan yang dicintainya. Pengorbanan tersebut menjadi kebalikan dari masa lalu mereka.

Jika sebelumnya Lhan hanya dianggap sumber perlindungan untuk House 89, kali ini Pran justru menyerahkan hidupnya demi Lhan.

Di sisi lain, M menghadang Chaba agar proses transfusi tidak terganggu. Pertarungan brutal keduanya berakhir tragis ketika mereka saling menusuk.

M berhasil mengakhiri hidup Chaba dan menghentikan ancaman kelompok Mala. Namun luka yang diterimanya terlalu parah sehingga ia juga meninggal dunia.

Kematian Pran dan M menjadi titik emosional paling kuat dalam film karena pengorbanan mereka memberi kesempatan hidup baru bagi Lhan.