BMW resmi memperkenalkan Vision Alpina, sebuah konsep grand tourer yang menandai Alpina pertama yang dikembangkan sepenuhnya secara in-house.

Model ini meminjam elemen desain dari masa lalu BMW dan menghadirkan kembali mesin V8.

>>> Lancia 037 Tribute Kini Ditenagai V8 1.000 HP dari Koenigsegg

Meninggalkan Era Elektrifikasi

Vision Alpina memilih mesin V8 di tengah tren elektrifikasi yang mendominasi industri otomotif.

Keputusan ini menunjukkan bahwa BMW masih percaya pada performa mesin konvensional untuk segmen tertentu.

Konsep ini mengisyaratkan bahwa versi produksi akan hadir pada 2027.

Desain yang Terinspirasi Sejarah

Mobil ini mengambil inspirasi dari model-model BMW klasik, terutama dari era 1970-an dan 1980-an.

Proporsi bodi yang panjang dan rendah menciptakan siluet GT yang elegan dan agresif.

Grille ginjal khas BMW tetap dipertahankan dengan bentuk yang lebih ramping.

Lampu depan bundar memberikan sentuhan retro yang khas.

Mesin V8 Bertenaga Tinggi

BMW belum merinci spesifikasi mesin secara detail, namun dipastikan menggunakan V8 twin-turbo.

Tenaga yang dihasilkan diperkirakan melebihi 600 hp, menjadikannya salah satu Alpina terkuat yang pernah ada.

Sistem penggerak semua roda kemungkinan akan menjadi standar untuk menjamin traksi optimal.

Interior Mewah dan Fungsional

Kabin Vision Alpina menggabungkan material premium seperti kulit dan serat karbon.

>>> Ram Siapkan Sport Truck Baru, SRT-10 Fans Bergembira

Layar melengkung khas BMW mendominasi dasbor, namun tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi penting.

Jok bucket memberikan dukungan maksimal saat berkendara sporty.

Produksi Terbatas pada 2027

BMW mengonfirmasi bahwa versi produksi Vision Alpina akan diluncurkan pada 2027.

Model ini akan diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadikannya koleksi yang eksklusif.

Harga diperkirakan akan bersaing dengan grand tourer lain seperti Bentley Continental GT.

Strategi BMW untuk Alpina

Dengan mengambil alih divisi Alpina, BMW ingin memperkuat posisinya di segmen performa tinggi.

Vision Alpina menjadi pernyataan bahwa merek ini tidak sepenuhnya beralih ke elektrifikasi untuk semua lini.

Model ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan desain dan rekayasa BMW secara mandiri.

Keputusan untuk melewatkan era EV pada Alpina pertama ini menuai beragam reaksi.

Beberapa penggemar menyambut baik kembalinya mesin V8, sementara yang lain menganggapnya kurang visioner.

BMW tampaknya ingin mempertahankan karakter Alpina sebagai mobil GT mewah dengan performa mesin konvensional.

>>> Brabus Bodo: V12 dengan Hampir 1.000 HP, Bikin Aston Vanquish Terlihat Lemah

Ke depannya, belum diketahui apakah Alpina versi listrik akan hadir menyusul.