“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat tersebut menegaskan bahwa yang dinilai oleh Allah SWT bukan besarnya hewan kurban ataupun tingginya harga yang dikeluarkan, melainkan keikhlasan hati orang yang berkurban.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di zaman sekarang, godaan untuk memperlihatkan amal semakin besar. Ibadah mudah dipublikasikan dan dipertontonkan. Karena itu, setiap muslim perlu menjaga hati agar amal ibadah tetap murni karena Allah SWT.

Jangan biarkan pahala kurban hilang karena riya. Jangan sampai semangat beribadah berubah menjadi keinginan untuk dipuji manusia.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ikhlas dalam beramal dan menerima seluruh ibadah yang kita lakukan.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْب