Kontroversi penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan setelah status WhatsApp salah satu juri, Indri Wahyuni, tersebar di media sosial.

Indri yang menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR sebelumnya ramai diperbincangkan usai keputusan dewan juri dianggap tidak konsisten saat babak penentuan pemenang.

Perdebatan Jawaban Peserta Jadi Awal Polemik

Persoalan bermula ketika regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jawaban peserta menyebut anggota BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan DPD lalu diresmikan Presiden. Namun jawaban tersebut dinyatakan keliru oleh dewan juri.

Kesempatan kemudian diberikan kepada regu B dari SMAN 1 Sambas. Regu tersebut memberikan jawaban serupa, tetapi justru dinilai benar.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari SMAN 1 Pontianak. Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan hasil penilaian dengan alasan keputusan bersifat final.

>>> Kenaikan Yesus Kristus: Makna Teologis dan Alasan Perubahan Nama Hari Libur Nasional

Status WhatsApp Indri Wahyuni Beredar

Di tengah ramainya kritik dari publik, sejumlah unggahan yang disebut sebagai status WhatsApp Indri Wahyuni ikut menyebar di media sosial.

Dalam salah satu unggahannya, Indri menegaskan SMAN 1 Sambas layak menjadi pemenang dan meminta publik tidak hanya berfokus pada satu sekolah.

“They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do,” tulisnya.

Ia juga berharap sekolah tersebut mampu membuktikan kapasitasnya saat mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.