Perubahan Nama Hari Libur Nasional di Indonesia

Pemerintah Indonesia resmi mengganti nomenklatur hari libur nasional dari Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus mulai tahun 2024.

Perubahan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024 setelah adanya usulan dari kalangan umat Kristen dan Katolik. Pergantian nama dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan istilah yang lebih umum dipakai dalam lingkungan gereja.

Meski nomenklatur berubah, makna dan peringatan hari raya tersebut tetap sama, yakni memperingati kenaikan Yesus ke surga 40 hari setelah Paskah.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 14 – 17 Mei 2026

Tanggal Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Karena selalu dihitung berdasarkan Hari Raya Paskah, tanggal Kenaikan Yesus Kristus berubah setiap tahun. Namun, peringatannya tetap jatuh pada hari Kamis.

  • Kenaikan Yesus Kristus 2024 diperingati pada 9 Mei.
  • Kenaikan Yesus Kristus 2025 jatuh pada 29 Mei.
  • Kenaikan Yesus Kristus 2026 diperingati pada 14 Mei.

Sejumlah gereja yang menggunakan kalender Julian, seperti Gereja Ortodoks Timur, dapat merayakan hari tersebut pada tanggal berbeda sesuai sistem penanggalan masing-masing.

Makna Spiritual bagi Umat Kristiani

Kenaikan Yesus Kristus juga membawa pengharapan mengenai janji kedatangan kembali Kristus pada akhir zaman. Dalam keyakinan Kristen, peristiwa tersebut menjadi penegasan bahwa karya keselamatan Allah telah digenapi.

Bagi umat Kristiani, kenaikan Yesus menjadi dorongan untuk tetap hidup dalam iman, melayani sesama, serta melanjutkan ajaran kasih yang diwariskan kepada para murid.

Perayaan ini umumnya diperingati melalui ibadah khusus di gereja, doa bersama, pembacaan Alkitab, hingga misa syukur bagi umat Katolik.

Perbedaan Pandangan dalam Islam

Dalam ajaran Islam, Isa Almasih juga diyakini diangkat ke surga oleh Allah. Namun, terdapat perbedaan keyakinan dengan ajaran Kristen terkait peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Isa sebelum kenaikan-Nya.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pandangan teologis yang berbeda antara dua agama mengenai sosok Isa Almasih.