Keutamaan Hari Arafah

Di antara hari yang paling istimewa pada bulan Zulhijah adalah Hari Arafah, yakni tanggal 9 Zulhijah. Pada hari itu, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai rukun utama ibadah haji.

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, Rasulullah saw. menganjurkan menjalankan puasa Arafah.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”

Hari Arafah juga menjadi pengingat bahwa manusia harus kembali menyadari tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

>>> 14 Mei 2026 Apakah Tanggal Merah atau Hari Libur Nasional? Ini Penjelasan Lengkap Hari Kenaikan Isa Almasih

Makna Kurban dan Idul Adha

Jamaah Jumat yang berbahagia, Idul Adha identik dengan ibadah kurban. Syariat kurban mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan demi mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ

Artinya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang sampai kepada-Nya.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa inti ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan keikhlasan hati dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Kurban juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial melalui pembagian daging kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, ibadah kurban mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan sifat tamak, egois, dan cinta berlebihan terhadap harta benda.

Semoga Allah Swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk memuliakan bulan Zulhijah dengan amal terbaik dan menerima seluruh ibadah yang kita kerjakan.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah, marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah Swt. serta mempersiapkan diri menyambut Idul Adha dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas, gemar berbagi, dan mampu menjaga persaudaraan sesama umat manusia.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.