Mahasiswa Universitas Tanjungpura Diduga Gunakan AI untuk Membuat Deepfake Vulgar Rekan Kampus
Nama Rangga Yudha Pratama menjadi perhatian publik setelah diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual berbasis teknologi artificial intelligence (AI) di lingkungan Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat.
Dugaan tersebut mencuat di media sosial usai akun X @sistersindanger mengunggah informasi terkait tindakan yang disebut melibatkan pembuatan konten deepfake vulgar menggunakan foto sejumlah perempuan.
Dugaan Deepfake AI Jadi Sorotan
Dalam unggahan yang beredar pada 11 Mei 2026 itu, Rangga disebut sebagai mahasiswa program studi Biologi angkatan 2025 di Universitas Tanjungpura.
Melalui penjelasan yang diunggah akun tersebut, Rangga diduga memanfaatkan foto teman-temannya yang diperoleh dari media sosial dan penyimpanan digital untuk diubah menjadi gambar serta video tidak senonoh menggunakan teknologi AI.
“Rangga Yudha Pratama, Biologi 25, Universitas Tanjungpura, Kalbar. Saat ini lagi disidang dosen-dosen karena ketahuan bikin deepfakes mesum teman-teman perempuannya,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyebut tindakan tersebut termasuk bentuk kekerasan seksual digital karena menghasilkan konten vulgar tanpa persetujuan korban.
Korban Disebut Berjumlah Banyak
Kasus tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan jumlah korban lebih dari satu orang.
Dalam penjelasan yang beredar, foto-foto korban disebut diambil dari tangkapan layar media sosial maupun file yang tersimpan di layanan cloud storage.
“Dia dapat foto teman-temannya dari Gdrive dan SS medsos lalu diedit jadi foto-foto dan video-video vulgar, tidak senonoh. Kekerasan seksual ini,” lanjut keterangan unggahan tersebut.
Warganet Soroti Penyalahgunaan AI
Unggahan itu telah dilihat ratusan ribu pengguna media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warganet.
- Sejumlah pengguna meminta kasus tersebut diproses secara hukum agar menimbulkan efek jera.
- Ada pula yang menyoroti penyalahgunaan teknologi AI untuk tindakan yang merugikan orang lain.
- Beberapa komentar juga menilai perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Tanjungpura terkait proses penanganan kasus tersebut maupun status dugaan pelanggaran yang dilakukan.
Update Terbaru
Pelemahan Harga Emas Berlanjut, Emiten Diminta Waspada
Kamis / 11-06-2026, 20:41 WIB
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






