Siapa Anak dan Suami Men Jinggo atau Ni Ketut Ngasti? Pencipta Nasi Jinggo yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Biasa di Bali

Pencipta Nasi Jinggo Bali Men Jinggo Meninggal Dunia

Dunia kuliner Tanah Air berduka setelah sosok pencipta nasi jinggo khas Bali, Men Jinggo atau Ni Ketut Ngasti, dikabarkan meninggal dunia.

Kabar wafatnya Men Jinggo pertama kali disampaikan melalui unggahan akun Instagram @yongki_gunawan_kue pada Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa prosesi ngaben untuk almarhumah dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.

“Telah berpulang dengan tenang, Men Jinggo (Ni Ketut Ngasti), seorang ibu pencipta Nasi Jinggo Bali yang juga ibunda dari Chef Henry Alexie Bloem, mantan President of Indonesian Chef Association (ICA),” tulis akun tersebut.

>>> Profil Lystia Novilda dan Kent Hadi TikToker yang Jadi Sorotan Usai Buka Loker Aspri dengan Tugas Rangkap: Umur, Agama dan IG

Ucapan belasungkawa juga disampaikan dalam unggahan yang sama untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Selamat jalan Men Jinggo dan memberikan ketabahan bagi yang ditinggalkan. Semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin,” lanjut keterangan itu.

Chef Henry Sampaikan Pesan Haru
Putra almarhumah, Chef Henry Alexie Bloem, turut menyampaikan rasa kehilangan mendalam melalui unggahan media sosial pribadinya.

Chef Henry mengenang sang ibu sebagai sosok yang meninggalkan warisan kuliner yang terus dicari masyarakat.

“Selamat jalan Meme. Berbahagialah di sana. Karyamu akan selalu dicari dan dikenang,” tulis Chef Henry.

>>> iQOO Z11 Turbo Siap Ramaikan Pasar HP Gaming 2026 dengan Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7600mAh

Chef Juna Turut Berduka
Ucapan belasungkawa juga datang dari sejumlah tokoh kuliner Indonesia. Salah satunya Chef Juna yang terlihat memberikan doa untuk almarhumah.

“My deepest condolences, brother. May she rest in peace,” tulis Chef Juna dalam kolom komentar.

Men Jinggo dikenal luas sebagai sosok di balik popularitas nasi jinggo Bali, kuliner khas dengan porsi praktis yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner Pulau Dewata.