Yogi Pertanyakan Validitas Sistem

Yogi membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menyatakan tetap menjalankan tugas mengajar setelah menyelesaikan sanksi sebelumnya.

Dalam keterangannya, ia menyinggung pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai indikator kehadiran dan beban kerja yang telah diverifikasi sistem.

“Setelah hukuman sebelumnya selesai, saya tetap aktif mengajar setiap hari. TPG juga tetap cair pada periode Juli hingga Desember 2025,” ucapnya.

Ia menilai adanya kemungkinan kelemahan dalam sistem absensi yang masih dilakukan secara manual hingga akhir 2025.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang terjadinya kesalahan pencatatan maupun ketidaksesuaian data.

Dugaan Faktor Non-Administratif

Selain itu, Yogi juga mengungkap adanya potensi faktor lain di luar administrasi. Ia mengaku pernah menyampaikan kritik terkait kedisiplinan dan fasilitas sekolah kepada dinas terkait.

Kritik tersebut disampaikan dalam bentuk video sebelum polemik ini mencuat.

“Tujuan saya hanya memberi masukan agar ada perbaikan,” katanya.

Perbedaan keterangan antara data resmi dan kesaksian lapangan kini menjadi sorotan, sekaligus membuka ruang pertanyaan mengenai proses penjatuhan sanksi terhadap Yogi Susilo.