Perintah Qurban Jadi Penguat Ketakwaan di Bulan Zulkaidah

Umat Islam saat ini berada di bulan Zulkaidah, salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang menjadi momentum memperkuat ketakwaan. Pada fase ini, perhatian mulai diarahkan pada ibadah qurban yang akan dilaksanakan saat Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi wujud ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini diperuntukkan bagi Muslim yang memiliki kemampuan harta, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan.

Makna Qurban dalam Islam

Secara bahasa, qurban berasal dari kata yang berarti mendekat. Dalam praktiknya, qurban merupakan bentuk ibadah melalui penyembelihan hewan ternak sesuai syariat, dilakukan pada 10 hingga 13 Zulhijah.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa setiap umat memiliki syariat penyembelihan agar mereka mengingat dan menyebut nama Allah atas rezeki yang diberikan berupa hewan ternak. Hal ini menegaskan bahwa qurban memiliki dimensi spiritual yang kuat.

Jejak Qurban Sejak Nabi Terdahulu

Sejarah qurban telah dikenal sejak masa Nabi Adam AS. Dua putranya, Habil dan Kabil, diperintahkan untuk mempersembahkan kurban sebagai bentuk pengabdian.

  • Habil mempersembahkan hewan terbaik dengan penuh keikhlasan.
  • Kabil memberikan hasil pertanian yang tidak layak.

Perbedaan kualitas dan keikhlasan itu membuat kurban Habil diterima, sementara kurban Kabil ditolak. Kisah ini menjadi pelajaran penting tentang nilai ketulusan dalam beribadah.

>>> Harga Emas Antam 4 Mei 2026 Melemah Tipis, Buyback Ikut Turun

Peristiwa Nabi Ibrahim dan Ismail

Perintah qurban yang menjadi dasar syariat saat ini berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Dalam mimpinya, Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih anaknya sebagai ujian ketaatan.