Aksi Demonstrasi 21 April 2026 di Samarinda Tuntut Evaluasi Pemerintahan Kaltim
Kaltim-Instagram-
Pemasangan kawat berduri di area Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin, 20 April 2026, memicu perhatian masyarakat. Langkah pengamanan ini dilakukan menjelang rencana aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Informasi yang berkembang menyebutkan, pengamanan tersebut sebagai antisipasi terhadap potensi lonjakan massa dalam aksi yang akan digelar di Samarinda pada Selasa, 21 April 2026.
Ribuan Massa Diperkirakan Turun ke Jalan
Aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta partisipasi masyarakat dari beragam latar belakang.
Secara keseluruhan, jumlah massa yang hadir diproyeksikan menembus lebih dari 4.000 orang.
Desakan Hak Angket DPRD Kaltim
Berdasarkan keterangan yang beredar, demonstrasi tersebut membawa tuntutan kepada DPRD Kalimantan Timur untuk menggunakan hak angket guna mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Baca juga: Purbaya Yudhi Sadewa Ganti Dua Dirjen Kemenkeu, Nama Pengganti Disiapkan Mei
Tuntutan Evaluasi hingga Isu Pemakzulan
Aksi yang digagas oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur ini tidak hanya menyoroti evaluasi kebijakan, tetapi juga mengangkat isu pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
- Evaluasi kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim
- Pemberantasan praktik KKN
- Desakan pemakzulan Gubernur Kaltim
Tuntutan tersebut muncul seiring kekecewaan terhadap arah kepemimpinan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Pengamanan Disiagakan Aparat
Aksi demonstrasi direncanakan berlangsung di dua titik utama, yakni Kantor Gubernur dan DPRD Kalimantan Timur.
Pihak kepolisian menyatakan akan menerapkan pendekatan pengamanan yang humanis dengan menurunkan sekitar 1.700 personel untuk menjaga jalannya aksi tetap kondusif.