[X]

Krisis Selat Hormuz Tekan Pasokan Energi, India dan China Kehilangan Sumber Alternatif

Krisis Selat Hormuz Tekan Pasokan Energi, India dan China Kehilangan Sumber Alternatif

Hormuz-Instagram-

Gangguan di Selat Hormuz mulai memukul pasokan energi global, dengan India dan China merasakan tekanan paling nyata akibat terbatasnya jalur distribusi minyak.

India berada di posisi paling rentan. Ketergantungan negara itu pada kawasan Teluk tidak hanya untuk minyak mentah, tetapi juga gas petroleum cair atau LPG yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Pasokan Rusia Menipis, Harga Tak Lagi Murah



Untuk menutup kekurangan, India meningkatkan impor minyak dari Rusia. Kebijakan ini sebagian dimungkinkan oleh pengecualian dari Amerika Serikat.

Namun, pasokan tersebut mulai menyusut. Volume minyak Rusia yang tersedia di laut turun drastis dari sekitar 20 juta barel pada pertengahan Februari menjadi di bawah 5 juta barel dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan ini membuat harga tidak lagi semurah periode setelah konflik Ukraina, sementara stok yang tersedia semakin terbatas.

Ketegangan Hormuz Ganggu Distribusi


India sempat mengamankan jalur pelayaran untuk kapal LPG melalui kesepakatan dengan Iran. Namun situasi berubah setelah dua kapal diserang saat melintasi selat tersebut.

Pemerintah India kemudian menunda pengiriman kapal kosong ke Teluk dan memanggil perwakilan Iran untuk meminta penjelasan resmi.

Di sisi lain, pengiriman minyak dari Iran ikut terhenti setelah izin sementara dari Washington berakhir, membuat kilang di India kehilangan salah satu sumber pasokan.

Ancaman Kenaikan Harga dan Inflasi

Kondisi ini memicu kekhawatiran kenaikan harga bahan bakar, terutama solar. Kenaikan diperkirakan mulai terjadi setelah agenda politik domestik selesai.

Mata uang yang melemah memperburuk situasi, berpotensi mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi nasional.

China Lebih Siap, Namun Tetap Tertekan

China memiliki posisi lebih kuat berkat cadangan energi besar yang mencapai lebih dari 1 miliar barel serta strategi jangka panjang dalam keamanan energi.

Meski demikian, dampak krisis tetap terasa. Pasokan global yang menyusut sekitar 10 persen membuat harga naik dan memaksa perusahaan penyulingan mengurangi produksi.

Kilang swasta di China juga menghadapi tekanan tambahan akibat berkurangnya pasokan minyak Iran serta kenaikan harga bahan baku.


Berita Lainnya