[X]

Bekal Ilmu dan Keikhlasan Jadi Penentu Kesempurnaan Ibadah Haji, Inilah Khutbah Jumat, 24 April 2026

Bekal Ilmu dan Keikhlasan Jadi Penentu Kesempurnaan Ibadah Haji, Inilah Khutbah Jumat, 24 April 2026

masjid-pixabay-

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan, baik secara fisik, finansial, maupun pengetahuan.

Pelaksanaannya berlangsung pada bulan Dzulhijjah dengan rangkaian amalan yang telah ditetapkan syariat, meliputi niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, serta tertib dalam pelaksanaannya.



Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026, pemberangkatan jemaah haji Indonesia dimulai sejak 21 April untuk masuk asrama, disusul penerbangan gelombang pertama ke Madinah pada 22 April.

Adapun gelombang kedua dijadwalkan berangkat mulai 7 Mei menuju Jeddah, dengan puncak pelaksanaan haji diperkirakan jatuh pada 25 hingga 26 Mei 2026.

Pentingnya Bekal Ilmu Sebelum Berangkat

Dalam khutbah Jumat, khatib mengingatkan bahwa persiapan utama sebelum menunaikan haji bukan hanya materi, tetapi juga ilmu tentang tata cara pelaksanaannya.


Pemahaman manasik menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah yang dijalankan.

Tanpa bekal ilmu yang memadai, seluruh pengorbanan berupa tenaga, biaya, dan waktu berpotensi tidak bernilai karena kesalahan dalam pelaksanaan.

Para ulama menegaskan bahwa setiap Muslim wajib mengetahui hukum dari ibadah yang akan dilakukan sebelum mengerjakannya.

Hal ini menjadi dasar bahwa kebodohan tidak dapat dijadikan alasan ketika ibadah dilakukan tidak sesuai ketentuan.

Kesalahan Umum Calon Jemaah Haji

Masih ditemukan anggapan bahwa cukup mengikuti orang lain atau mengandalkan pembimbing saat di Tanah Suci tanpa perlu belajar terlebih dahulu.

Pemikiran seperti ini dinilai keliru karena setiap ibadah memiliki aturan yang harus dipahami secara pribadi.

Tanpa pengetahuan yang benar, seseorang berisiko melakukan kesalahan yang dapat membatalkan ibadahnya tanpa disadari.

Keutamaan Haji yang Mabrur

Ibadah haji memiliki keistimewaan besar, yakni mampu menghapus dosa, baik kecil maupun besar, bagi yang menjalankannya dengan benar.

Namun, terdapat syarat yang harus dipenuhi agar keutamaan tersebut tercapai.

  • Niat dilakukan secara ikhlas hanya karena Allah
  • Bekal berasal dari harta yang halal
  • Menjauhi perbuatan maksiat selama pelaksanaan haji
  • Menjaga diri dari pelanggaran saat dalam keadaan ihram

Jika syarat tersebut terpenuhi, seseorang diharapkan kembali dalam keadaan bersih dari dosa seperti saat dilahirkan.

Hak Sesama dan Kewajiban yang Tidak Gugur

Khutbah juga menekankan bahwa ibadah haji tidak menghapus kewajiban yang berkaitan dengan hak orang lain.

Setiap tanggungan harus diselesaikan terlebih dahulu, baik berupa utang maupun kesalahan terhadap sesama.

Selain itu, kewajiban ibadah yang pernah ditinggalkan, seperti shalat, tetap harus ditunaikan meskipun telah berhaji.

Jemaah diimbau untuk memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah, termasuk mengganti kewajiban yang tertinggal.


Berita Lainnya