Trailer Pelangi di Mars Trending di YouTube, Dapat Apresiasi Sineas hingga Pejabat
Film fiksi ilmiah Indonesia Pelangi di Mars mulai mencuri perhatian menjelang libur Lebaran 2026. Trailer yang dirilis pekan lalu langsung melesat ke jajaran trending kategori film di YouTube.
Antusiasme publik terlihat dari tingginya jumlah penonton serta derasnya komentar yang membanjiri kolom respons warganet.
Ratusan Ribu Penonton dalam Hitungan Hari
Hingga Senin (16/2/2026) malam, trailer Pelangi di Mars telah ditonton lebih dari 276 ribu kali. Video tersebut juga meraih lebih dari 5 ribu tanda suka serta sekitar 1.600 komentar.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa film arahan Upie Guava tersebut berhasil memancing rasa penasaran sekaligus kebanggaan publik terhadap genre fiksi ilmiah produksi dalam negeri.
Tuai Pujian Insan Film dan Pejabat
Apresiasi datang dari berbagai kalangan, termasuk sineas dan pejabat publik.
Sutradara peraih dua Piala Citra, Hanung Bramantyo, menyebut trailer tersebut sangat bagus. Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, yang menilai kualitas animasinya sebagai standar baru animasi Indonesia.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Isyana Bagoes Oka, turut mengungkap kekagumannya. Aktris Michelle Ziudith juga memberikan pujian atas kualitas visual yang ditampilkan.
Berlatar Tahun 2100-an
Pelangi di Mars mengisahkan masa depan pada tahun 2100-an ketika Bumi menghadapi krisis air yang mengancam kelangsungan hidup manusia.
Pelangi, anak pertama yang lahir di planet Mars, memulai petualangan untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang diyakini mampu menyelamatkan masa depan Bumi.
Dalam perjalanan tersebut, ia ditemani robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya.
Konflik dengan Korporasi Raksasa
Upaya Pelangi tidak berjalan mulus. Nerotek, korporasi besar yang menguasai sumber air, berusaha merebut temuan penting itu demi kepentingan mereka sendiri.
Konflik antara idealisme Pelangi dan ambisi korporasi menjadi salah satu benang merah cerita.
Gabungan Live-Action dan Animasi 3D
Upie Guava menjelaskan bahwa film ini mengusung konsep hybrid dengan memadukan live-action dan animasi 3D.
Teknologi tersebut memberi ruang imajinasi yang luas tanpa meninggalkan sentuhan humanis, karena inti cerita tetap berfokus pada hubungan keluarga dan persahabatan.
Dengan konsep petualangan luar angkasa yang dikemas modern, Pelangi di Mars diproyeksikan menjadi salah satu film yang meramaikan layar lebar saat Lebaran 2026.
Update Terbaru
Mbappe Cetak Brace, Samai Rekor Gol Messi saat Prancis Libas Swedia
Rabu / 01-07-2026, 10:11 WIB
Apakah Samsung Galaxy A57 5G Cepat Panas dan Lag? Ini Jawabannya
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
Solar dengan Kandungan Sawit 50 Persen Resmi Diberlakukan
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
17 Ribu Platform Belum Lapor PP Tunas, Akun-akun Terancam Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
Hasil Piala Dunia Hari Ini: Prancis Singkirkan Swedia, Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 10:08 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:07 WIB
Veteran Baldur's Gate 2 Tolak Tawaran Garap Baldur's Gate 4
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Keyboard Edisi Ghost in the Shell dari IQUNIX, Perpaduan Estetika Cyberpunk dan Performa Gaming
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Chicago Cubs Kalahkan San Diego Padres dengan Walk-Off Single Seiya Suzuki
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Paus Leo XIV Desak Kelompok Katolik Pembangkang Batalkan Penahbisan Uskup
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Produser Will Trent Ungkap Alasan Kematian Amanda Wagner di Musim 4
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Kematian Daveigh Chase Akibat Komplikasi AIDS, Kata Pemeriksa Medis
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB






