Ribka Haluk Dorong Kepemimpinan Perempuan Transformatif di Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong penguatan kepemimpinan perempuan yang transformatif dan inspiratif di lingkungan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Ribka saat menjadi narasumber dalam Women's Leadership Forum 2026 bertema "Breaking Barriers, Building Impact" di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Senin (27/7).
>>> Polisi Pastikan Tak Ada Racun di Klinik Jaksel Terkait Kematian Sutrimo
Menurut Ribka, transformasi menjadi kata kunci untuk melahirkan perempuan yang mampu menjadi penggerak perubahan dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Komitmen tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat yang mendorong penguatan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pemberian kesempatan setara bagi perempuan dalam kepemimpinan.
"Saat ini Bapak Presiden sedang giatnya memberikan peluang kepada kita semua, khususnya perempuan, harus terjadi transformasi," ujar Ribka.
Ia menambahkan, perempuan diberikan tanggung jawab untuk mempengaruhi sistem, membuat regulasi, dan kebijakan.
>>> Sponsor Piala Presiden 2026 Capai Rp60 Miliar, Ara Yakin Bertambah
Dari 552 daerah di Indonesia, jumlah perempuan yang menjadi kepala daerah cukup signifikan.
Namun, Ribka mengingatkan tantangan tidak hanya soal jumlah, tetapi juga pemerataan distribusi kewenangan dalam jabatan strategis.
Berkaca dari pengalamannya, Ribka menilai semakin tinggi posisi kepemimpinan, semakin sedikit perempuan yang berhasil mencapainya. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor.
Ia meyakini perempuan perlu memiliki motivasi, perencanaan hidup yang jelas, dan terus meningkatkan kapasitas, termasuk melalui pendidikan.
>>> Polri Beri Jaminan: Semua Anggota Terlibat Narkoba Akan Diproses
Ribka mendorong riset yang melibatkan BRIN dan LAN untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut. Hasil kajian diharapkan menjadi masukan bagi Kemendagri, Kementerian PANRB, dan Kementerian PPPA.
"Kita ingin menaikkan kuantitasnya, tetapi kualitasnya juga kita perbaiki," tutur Ribka.
Ia menekankan pentingnya penyusunan kebijakan berbasis data yang kuat. Data menjadi landasan dalam memengaruhi kebijakan dan menyusun regulasi yang mempercepat transformasi kepemimpinan perempuan.
Ribka menyatakan bahwa regulasi yang baik harus diikuti implementasi yang efektif. "Kita sering evaluasi terus di mana yang gagal dalam kepemimpinan ini.
>>> KPK Pastikan Perlakuan Sama untuk Febrie Adriansyah di Rutan
Ini sangat membutuhkan leadership yang memiliki vision yang transformatif," pungkasnya.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







