Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk 5G baru rampung pada pertengahan Juli 2026.
Namun, pemerintah sudah mulai membuka diskusi mengenai kebutuhan frekuensi untuk teknologi 6G di masa depan.
>>> Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Direktur Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Adis Alifiawan, menyatakan frekuensi yang tersedia saat ini tidak akan cukup untuk 6G.
"Kita harus merilis frekuensi baru.
Mengandalkan frekuensi yang ada saat ini tidak akan cukup," ujar Adis dalam diskusi panel bersama Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) di Jakarta.
Operator Butuh 200 MHz Spektrum untuk 6G
Menurut Adis, operator telekomunikasi diperkirakan membutuhkan sekitar 200 MHz spektrum frekuensi untuk mengoperasikan 6G secara optimal.
>>> Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Sementara blok frekuensi terbesar yang tersedia dalam lelang mendatang hanya berkisar 190 MHz.
Artinya, Indonesia tetap membutuhkan "rumah baru" bagi 6G.
Pita frekuensi upper 6 GHz menjadi salah satu kandidat utama yang akan dibahas dalam World Radiocommunication Conference (WRC) 2027.
>>> Igor Tolic Puji Kekompakan Persib Usai Kalahkan Arema di Piala Presiden
Persiapan Fondasi agar Tidak Tertinggal
Meski belum ada target komersialisasi 6G di Indonesia, pemerintah mulai mempersiapkan fondasi dari sekarang. Pembahasan 6G bukan berarti Indonesia akan segera meluncurkan layanan tersebut.
Pengembangan teknologi telekomunikasi membutuhkan waktu panjang, mulai dari persiapan spektrum, harmonisasi regulasi, hingga kesiapan ekosistem perangkat.
Langkah serupa juga dilakukan banyak negara yang masih memperluas 5G namun sudah mulai riset 6G.
Komdigi mengaku masih membuka berbagai opsi spektrum frekuensi yang paling ideal untuk 6G. Pemerintah ingin memastikan kebijakan spektrum memberikan manfaat ekonomi dan sosial maksimal.
>>> Usai Libur Sekolah, MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Meroket
"Kami berharap mendapatkan berbagai pandangan dan masukan untuk menjadi bahan pertimbangan kami, terutama terkait nilai publik yang dihasilkannya," kata Adis.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







