Anak-anak Jakarta diajak menggambar kota impian mereka dalam lomba 'Kota Ajaib' yang digelar ITDP Indonesia bersama Komunitas Buibu Baca Buku.

Hasilnya, mereka melukiskan halte dengan papan hitung mundur, jalur khusus disabilitas, jalan teduh, dan bus listrik yang ramah stroller.

>>> Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Jadi PLT

Kegiatan ini berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, dalam rangka Hari Anak Nasional.

Mimpi Anak-anak untuk Kota yang Lebih Inklusif

Qiana (8) membayangkan halte yang memberi informasi waktu kedatangan bus dan dilengkapi parkir sepeda.

Nakami (9) menggambar jalur aman bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas netra serta kereta yang melintas di atas air.

Raditya (10) menghadirkan bus listrik, kereta yang terhubung langsung ke gedung, dan jalanan dipenuhi pepohonan.

Deputi Direktur ITDP Indonesia, Deliani Siregar, mengatakan anak-anak memiliki perhatian terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa.

“Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda,” ujarnya.

Menurut ITDP Indonesia, perspektif anak dapat menjadi masukan bagi perencanaan transportasi yang lebih inklusif.

Selama ini, pembangunan transportasi sering berfokus pada efisiensi perjalanan orang dewasa, sementara pengalaman anak, lansia, dan penyandang disabilitas belum menjadi pertimbangan utama.

>>> Guru Besar Hukum Dukung Prabowo Makzulkan Gibran, Ini Alasannya

Transisi Bus Listrik Jadi Momentum

Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggomtua Sitanggang, menilai momentum transisi menuju bus listrik dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan transportasi rendah emisi yang ramah bagi semua pengguna.

Misalnya dengan menyediakan ruang untuk stroller, barang bawaan, dan akses yang lebih mudah bagi kelompok rentan.