Para astronom telah menemukan objek misterius di sistem bintang jauh yang sulit diklasifikasikan.

Objek tersebut mengorbit sebuah bintang katai coklat, yang kemudian mengorbit bintang utama sistem.

>>> Meta Larang Pengguna yang Melecehkan dengan Kacamata AI

Karena tidak mengorbit planet, objek ini secara teknis bukan bulan, namun juga bukan planet.

Penemuan yang Membingungkan

Tim peneliti menggunakan Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO) untuk mengamati goyangan kecil pada orbit bintang katai coklat.

Goyangan itu disebabkan oleh keberadaan objek masif di sekitarnya.

Studi yang dipimpin oleh mahasiswa ESO Kevin Hoy ini telah diterbitkan di jurnal Nature.

“Sistem ini agak sulit didefinisikan menggunakan kata-kata berbasis Tata Surya seperti 'planet' dan 'bulan',” kata Hoy dalam sebuah pernyataan.

Bintang utama sistem, CD-35 2722, memiliki massa sekitar setengah Matahari dan berjarak sekitar 72 tahun cahaya dari Bumi.

>>> Pendiri Rockstar Games Dan Houser Bicara Soal Media Fisik vs Digital

Objek yang baru ditemukan memiliki massa setidaknya sebesar Jupiter, sementara bintang katai coklat memiliki massa lebih dari 30 kali Jupiter.

Perdebatan Klasifikasi

Para peneliti mengusulkan istilah baru “eksosatelit” untuk objek ini.

Namun, tidak semua astronom setuju dengan sebutan tersebut.

Profesor astrofisika Universitas Cambridge Roman Rafikov, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan ia akan menyebut sistem bintang-bintang katai coklat sebagai “biner” dan objek baru sebagai “planet” di sekitar salah satu komponen biner.

Astronom Universitas Hawaii Nader Haghighipour juga tidak setuju, dan berpendapat objek tersebut adalah inti bintang yang gagal, bukan satelit.

Saat ini, tidak ada definisi resmi dari International Astronomical Union untuk istilah “bulan”.

>>> Anthony Mackie Bocorkan Peran Steve Rogers di Avengers: Doomsday

Penemuan ini memicu perdebatan sengit tentang apa yang seharusnya disebut bulan.