FCC Setujui Peluncuran Satelit Cermin Luar Angkasa Earendil 1
Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui peluncuran satelit cermin Earendil 1 milik Reflect Orbital pada 15 Juli 2026.
Satelit ini dirancang untuk memantulkan sinar matahari ke sisi malam Bumi, meskipun mendapat tentangan keras dari para ilmuwan.
>>> Will Grier Pensiun dari NFL di Usia 31 Tahun
Earendil 1 adalah satelit uji coba buatan startup Reflect Orbital yang berbasis di California.
Satelit ini dilengkapi cermin mylar plastik mengilap selebar 18 meter dan akan mengorbit pada ketinggian sekitar 625 kilometer.
Targetnya adalah menyinari titik selebar lima kilometer di permukaan Bumi.
Reflect Orbital berencana mengkomersialkan teknologi ini dengan menjual pantulan sinar matahari ke ladang energi surya dan klien komersial lain yang membutuhkan penerangan malam hari.
CEO Reflect Orbital Ben Nowack mengatakan bahwa mendapatkan energi surya sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam akan memungkinkan mereka menjual dengan harga lebih tinggi dan meraih keuntungan lebih besar.
Kekhawatiran Astronom
American Astronomical Society (AAS) menyuarakan kekhawatiran besar tentang dampak lingkungan dan operasional dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menempatkan 50.000 satelit serupa.
AAS memperingatkan potensi kerusakan mata bagi astronom amatir yang menggunakan teleskop berukuran wajar.
>>> Pematung Patung Charlie Kirk Alami Pelecehan Online
Organisasi tersebut juga berargumen bahwa hamburan cahaya dari reflektor ini akan mencerahkan langit malam bahkan di observatorium terpencil, berpotensi membuat bintang tidak terlihat dan mengganggu penelitian profesional.
AAS menyatakan kekecewaan setelah mengetahui persetujuan federal tersebut.
Mereka mengkritik badan regulator karena mengabaikan dampak fisik dan lingkungan dari reflektor cahaya dengan dalih hanya memiliki wewenang spektrum.
AAS menekankan bahwa meskipun lisensi saat ini hanya untuk satu satelit, logika yang sama berarti FCC tidak akan memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan implikasi serius dari konstelasi 50.000 reflektor surya seperti yang dibayangkan Reflect Orbital.
Menanggapi reaksi ilmiah, Reflect Orbital menyatakan sedang mempelajari jejak lingkungan teknologinya.
Perusahaan mengaku secara aktif menugaskan penelitian pihak ketiga yang independen mengenai dampak teknologinya melalui peneliti independen dan mitra federal.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 19 Juli 2026
Reflect Orbital juga berkomitmen untuk berdialog berkelanjutan dengan ilmuwan, astronom, peneliti lingkungan, dan komunitas mana pun yang memiliki kepentingan sah terhadap perkembangan teknologinya.
Update Terbaru
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







