Strategi Bos Baru Toyota Dongkrak Laba Lewat Efisiensi dan Teknologi AI
Presiden sekaligus CEO baru Toyota Motor, Kon Kenta, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan di tengah persaingan otomotif global yang semakin ketat.
Sejak memimpin pada April lalu, ia mulai memetakan strategi bisnis yang berfokus pada kekuatan dasar di lantai pabrik.
>>> Yadea GT80: Motor Listrik Touring dengan Fitur Canggih dan Jarak Tempuh 190 Km
Kon Kenta menjelaskan bahwa pusat kekuatan perusahaan berada pada proses manufaktur secara langsung.
Menurutnya, peran pemimpin sangat penting dalam menyerap aspirasi dari para karyawan, baik dari level terbawah.
"Saya meyakini nilai Toyota diciptakan dan keuntungan perusahaan dihasilkan di lini produksi.
Sebagai pemimpin, tanggung jawab saya adalah mendengarkan suara para pekerja di garis depan, lalu menerapkan berbagai perbaikan atau yang kami sebut sebagai kaizen," ujar Kon Kenta dalam sebuah pernyataan, Jumat (24/7/2026).
Saat ini Toyota sedang berupaya menyederhanakan jumlah suku cadang yang digunakan untuk berbagai model kendaraan.
Strategi ini diambil agar pengembangan dan produksi menjadi lebih efisien.
Meskipun Toyota menawarkan banyak pilihan mulai dari mobil bensin hingga listrik, hal itu memicu tantangan terkait ruang penyimpanan di pabrik.
Menghadapi masalah tersebut, manajemen kembali pada prinsip dasar mereka.
>>> Adaptasi Film The Long Walk Ubah Alur dan Akhir Cerita Novel Stephen King
Kon Kenta menegaskan bahwa titik awal sistem produksi Toyota adalah memangkas biaya dengan mengurangi persediaan dan ruang penyimpanan.
"Kami akan terus melanjutkan upaya-upaya mendasar seperti itu," jelasnya.
Pabrik Masa Depan Berbasis Robot dan AI
Selain efisiensi manual, Toyota juga merencanakan pembangunan pabrik masa depan yang berbasis robot serta kecerdasan buatan atau AI di Kota Toyota, Prefektur Aichi.
Kon Kenta menekankan bahwa teknologi tidak akan sepenuhnya menggeser peran manusia.
"Ada keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh robot. Namun, ada pula keterampilan yang dapat diajarkan kepada robot," ungkapnya.
Teknologi AI diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas kerja bagi semua elemen.
"AI juga berpotensi mengajarkan keterampilan tersebut kepada manusia maupun robot. Kami sedang membahas bagaimana menyempurnakan berbagai elemen itu di dalam pabrik," jelasnya.
>>> Brazil Tolak Visa Dua Pejabat AS Jelang Pemilu Presiden
Fasilitas baru ini bertujuan memaksimalkan potensi pekerja di pabrik Toyota dengan bantuan teknologi mutakhir, sehingga tercipta ekosistem produksi yang lebih produktif dan bernilai tinggi bagi perusahaan global tersebut.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







