Purbaya Ungkap Alasan Tarif Trump 10% Justru Menguntungkan Indonesia
Lembaga tersebut mengakui Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif membangun kerangka regulasi untuk mencegah praktik kerja paksa dalam rantai pasok global.
Haryo menjelaskan pemerintah Indonesia selama ini rutin berkomunikasi dengan pemerintah AS, terutama terkait investigasi Section 301.
Indonesia juga terlibat aktif dalam setiap tahapan proses yang dilakukan oleh USTR.
"Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam proses investigasi yang mencakup 2 isu, yaitu excess capacity sektor manufaktur dan larangan impor barang yang dihasilkan dari kerja paksa, mulai dari menyampaikan written submission, hadir dalam public hearing dan juga konsultasi antar pemerintah," ujar Haryo.
Selain itu, pemerintah juga mencermati keputusan USTR yang memasukkan sejumlah produk Indonesia ke dalam daftar pengecualian tarif (product exemptions).
Sementara itu, hasil investigasi terkait isu excess capacity masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah AS.
"Kita masih menunggu hasil dan pengumuman resmi hasil investigasi tersebut dan tentunya berharap agar tarif yang diterapkan favorable bagi Indonesia, serta produk-produk yang sudah dikecualikan dengan penandatanganan perjanjian ART sebelumnya dapat diakomodasi.
Pemerintah secara aktif terus berkonsultasi dengan USTR untuk mendapatkan tarif yang terbaik dan kompetitif," kata Haryo.
Untuk menjaga daya saing ekspor nasional, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan.
Dari dalam negeri, pemerintah berupaya menyederhanakan regulasi impor bahan baku agar biaya produksi menjadi lebih efisien dan produk Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.
Di sisi lain, pemerintah juga memperluas akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian dagang yang telah berlaku, seperti IA-CEPA, IK-CEPA, serta RCEP.
>>> Tanda Tangan Digital Indonesia Siap Diakui Global, Ini Strategi Kemkomdigi
Pemerintah juga terus mendorong penyelesaian sejumlah perjanjian baru, antara lain IEU-CEPA, I-EAEU FTA, dan ICA-CEPA sebagai alternatif pasar selain Amerika Serikat.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







