Fakta Paling Menohok dari Laporan Laba Kuartal Kedua Tesla
Laporan laba kuartal kedua Tesla membawa kabar buruk bagi perusahaan.
Laba bersih hanya mencapai $1,1 miliar, turun dari $1,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
>>> Pendaftaran Ilmu Komputer Menurun di Tengah Bayang-Bayang AI
Meskipun penjualan kendaraan meningkat, laba masih sekitar seperempat miliar di bawah ekspektasi. Arus kas perusahaan juga negatif untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
Namun, pukulan terbesar datang dari lambatnya peluncuran layanan Robotaxi. Elon Musk telah mempertaruhkan masa depan Tesla pada kendaraan otonom penuh, menjanjikan valuasi hingga $30 triliun.
Musk sebelumnya memperkirakan lebih dari 1.000 taksi otonom akan beroperasi dalam beberapa bulan setelah peluncuran di Austin.
Namun setahun kemudian, jumlahnya bahkan belum mencapai 100 unit.
Data terbaru menunjukkan kemunduran.
Grafik yang dirilis Tesla memperlihatkan jarak tempuh Robotaxi dari pelanggan berbayar pada kuartal kedua lebih rendah dibanding kuartal pertama.
Menurut analisis TechCrunch, pada kuartal pertama Robotaxi menempuh sekitar 1,1 juta mil, namun turun menjadi hanya 700.000 mil pada kuartal kedua.
Penurunan ini mencapai lebih dari sepertiga.
>>> The Rings of Power Season 3 Akan Ungkap Alasan Hilangnya Celeborn Lewat Kilas Balik Galadriel
Tesla juga berusaha menutupi stagnasi dengan pengumuman perluasan ke Tampa dan Orlando, Florida, tanpa menyebutkan jumlah armada. Bloomberg melaporkan bahwa armada Robotaxi di semua kota hanya 59 unit.
Hanya sepertiga dari armada tersebut yang sepenuhnya tanpa pengawas. Sisanya masih memiliki pengemudi keselamatan manusia di kursi depan.
Tesla juga mempromosikan catatan keselamatan dengan mengklaim tidak ada insiden berarti dalam 380.000 mil perjalanan. Namun definisi 'insiden berarti' tidak dijelaskan.
Beberapa Robotaxi terlihat berkendara secara tidak menentu dan berbahaya. Di Tampa, satu Robotaxi bahkan melaju ke arah salah di jalan satu arah sehari setelah peluncuran.
Musk sering mengatakan dirinya 'paranoid tentang keselamatan' sebagai alasan lambatnya kemajuan, namun tetap menjanjikan percepatan. Pada Januari, ia memproyeksikan Robotaxi akan mencakup setengah populasi AS pada akhir tahun.
Investor mulai kehilangan kesabaran.
Saham Tesla anjlok 15 persen pada Kamis setelah laporan laba dirilis, dan turun tiga persen lagi pada Jumat.
Analis Barclays mencatat bahwa Tesla tidak memberikan target ekspansi baru dan belum memenuhi target yang ditetapkan sebelumnya.
Update Terbaru
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Penyidik Polri dan Swasta Diperiksa Terkait Perkara TPPU Febrie
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
3 Pemain Timnas Indonesia Dicoret dari Skuad Piala AFF 2026 Lawan Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Respon Airlangga Hartarto Soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB







