Pengamat: Tarif Baru Trump Tekan Industri Padat Karya RI
>>> 7 Ciri Orang yang Sulit Percaya Orang Lain, Apa Kamu Salah Satunya?
"Selisih 2,5 poin persentase dengan negara pesaing memang memberi keuntungan relatif, terutama di sektor tekstil, garmen, dan alas kaki, tetapi keunggulan tarif saja tidak cukup jika daya saing domestik masih terbebani biaya produksi yang tinggi," ujarnya.
Menurut Yusuf, dampak kebijakan tersebut kemungkinan tidak akan mengguncang pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan karena porsi ekspor Indonesia ke AS masih relatif terbatas terhadap ukuran ekonomi domestik.
Namun, ia menilai tekanan justru akan dirasakan industri tertentu yang sangat bergantung pada pasar AS.
"Di sektor ini, kenaikan biaya 10 persen bukan angka kecil karena margin usaha relatif tipis.
Tekanan tarif bisa diterjemahkan menjadi pengurangan pesanan, penurunan produksi, bahkan pengurangan tenaga kerja," katanya.
Yusuf menambahkan pemerintah tidak bisa menganggap kebijakan tersebut sebagai gangguan sementara. Sebab, penggunaan dasar hukum Section 301 membuat kebijakan tarif memiliki daya tahan yang lebih kuat.
"Tantangan terbesar Indonesia bukan hanya tarif, tetapi kemampuan membuktikan kepatuhan. Yang dibutuhkan adalah sistem ketertelusuran rantai pasok yang benar-benar berjalan," ujar Yusuf.
Ia mengingatkan risiko terbesar bukan hanya tambahan tarif, melainkan kemungkinan produk Indonesia tertahan di pasar tujuan apabila dinilai tidak memenuhi standar kepatuhan yang ditetapkan AS.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif impor baru sebesar 10 persen terhadap Indonesia mulai Jumat (24/7) waktu setempat.
>>> Mantan Penulis God of War: Sony Sudah Antisipasi Kemarahan Publik soal Penghapusan Cakram
Kebijakan tersebut diterapkan terhadap negara-negara yang dinilai belum menegakkan larangan terhadap barang hasil kerja paksa secara efektif, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan skema tarif global Liberation Day yang sebelumnya diberlakukan.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







