Korban Penipuan Kursus Bahasa Arab Lapor ke Bareskrim, Kerugian Rp750 Juta
Sejumlah korban melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana biaya kursus bahasa Arab yang disertai bonus umrah ke Bareskrim Polri pada Jumat (24/7).
Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp750 juta. Laporan tersebut dilayangkan oleh Dimas Yemahura Alfaro selaku kuasa hukum korban.
>>> DPR Akan Panggil Kemendiktisaintek soal Pendirian URI
Laporan teregister dengan nomor LP/B/325/VII/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Pihak terlapor adalah MDD, pemilik PT. Mecca Karya Indonesia yang mengelola Mecca Al Arabiya Course.
Modus Penawaran Kursus dan Bonus Umrah
Dimas menjelaskan modus yang dilakukan adalah menawarkan kursus bahasa Arab di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dengan bonus umrah.
Korbannya tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk meyakinkan calon peserta, pihak kursus mengaku bekerja sama dengan universitas di Madinah. Mereka juga menjanjikan kesempatan umrah selama pelatihan.
Biaya pelatihan yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp48,5 juta hingga Rp118 juta, tergantung lama pelatihan. Namun, setelah biaya dilunasi, para korban tidak kunjung diberangkatkan.
Saat ini sudah ada sembilan korban yang melapor dengan total kerugian sekitar Rp750 juta. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan, Riau, dan Lombok.
>>> DPR Panggil Kemendiktisaintek Bahas Pendirian Universitas Republik Indonesia
Kesaksian Korban
Salah satu korban, Muhsin Budiono, mengaku tergiur mendaftarkan anaknya karena bisa mendapatkan pelatihan sekaligus umrah. Ia membayar Rp61,5 juta untuk pelatihan 30 hari di Madinah.
Awalnya, pihak kursus menjanjikan keberangkatan pada Agustus 2025. Namun, visa dan tiket tidak kunjung diberikan.
Tiga hari sebelum keberangkatan, pihak kursus membatalkan secara sepihak.
Korban lain, Ni Putu Titin, menyebut pihak kursus membatalkan keberangkatan dengan dalih kuota belum cukup dan imbas perang di Timur Tengah.
Ia kemudian dijadwalkan ulang pada Desember 2025.
>>> 2 Supertanker China Bawa Minyak Saudi Lolos dari Kepungan Houthi
Saat tiba di bandara, bukti itinerary yang diberikan ternyata palsu. "Itinerarynya itu ternyata hoaks," ujar Putu.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







