Amazon PHK Karyawan Lagi, Divisi AGI Jadi Sasaran
Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menyasar sebagian karyawan di divisi Artificial General Intelligence (AGI).
Divisi AGI merupakan salah satu pilar utama strategi AI Amazon yang bertanggung jawab mengembangkan model AI, termasuk teknologi semikonduktor dan komputasi kuantum.
>>> Galaxy Z Flip8 & Fold8 Ultra Jadi HP Samsung Pertama dengan Android 17
Pengurangan karyawan ini dilakukan di tengah besarnya investasi perusahaan untuk memperkuat pengembangan teknologi AI.
Amazon tidak mengungkap jumlah karyawan yang terdampak.
Namun, berdasarkan unggahan sejumlah mantan karyawan di LinkedIn, PHK ini berdampak pada pegawai yang menangani penyesuaian model AI dan proses post-training.
Perusahaan menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya agar fokus pada sumber daya proyek AI yang paling penting bagi pelanggan.
"Ini adalah bidang yang berkembang sangat cepat, dan kami mempertajam fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan agar dapat bergerak lebih cepat pada hal-hal yang benar-benar berdampak," kata juru bicara Amazon, dikutip dari CNBC International.
"Fokus tersebut berarti kami harus mengambil sejumlah keputusan sulit, termasuk menghapus beberapa posisi di sebagian organisasi AGI, meskipun kami tetap berinvestasi pada area yang paling penting bagi masa depan pelanggan kami," lanjutnya.
>>> Menhan Tinjau Proyek Mobil Nasional, Subang Disiapkan Jadi Basis Produksi EV
Meski memangkas sebagian tenaga kerja, Amazon menegaskan bahwa pengembangan AI tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
"Kami telah mengembangkan model AI berskala besar selama beberapa tahun terakhir, dan ini tetap menjadi salah satu hal terpenting yang sedang kami kerjakan," kata juru bicara Amazon.
Langkah ini juga menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Sejak Oktober 2022, Amazon telah memangkas lebih dari 30.000 karyawan melalui beberapa gelombang PHK.
Di sisi lain, perusahaan justru terus meningkatkan belanja untuk infrastruktur AI. Amazon menargetkan belanja modal mencapai USD200 miliar pada tahun ini, naik lebih dari 50 persen dibandingkan 2025.
Perusahaan juga menggalang pendanaan senilai puluhan miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan pusat data dan infrastruktur AI.
>>> Max Muncy Samai Rekor Home Run Ron Cey di Los Angeles Dodgers
Persaingan di industri AI menjadi salah satu alasan Amazon terus memperkuat investasinya. Saat ini perusahaan berupaya mengejar para pemain utama seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Update Terbaru
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB







