AS Buka Jalan Arab Saudi Kembangkan Senjata Nuklir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi.
Kesepakatan ini berpotensi membuka jalan bagi Riyadh untuk mengembangkan kemampuan pengayaan uranium, yang dapat digunakan untuk reaktor sipil maupun senjata nuklir.
>>> Isu Pribadi di Kasus Febrie Adriansyah: Ada Operasi Rahasia?
Menurut laporan CNN yang dikutip Kamis (23/7/2026), perjanjian tersebut berlaku selama 30 tahun.
Perusahaan-perusahaan AS akan menyediakan teknologi dan keahlian untuk membantu pembangunan program nuklir sipil Arab Saudi.
Kesepakatan ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat sebelum diajukan ke Kongres AS untuk mendapatkan persetujuan.
Namun, langkah ini berpotensi memicu kontroversi, baik di dalam negeri maupun di kawasan Timur Tengah.
Laporan CNN menyoroti bahwa pemberian akses teknologi nuklir ke Arab Saudi dapat menjadi kontroversial.
"Kemampuan untuk memperkaya bahan bakar nuklir secara teori dapat mengarah pada pembuatan senjata nuklir," demikian isi laporan tersebut.
Sebelum memulai pengayaan uranium, Arab Saudi akan menerima tim penilai untuk menentukan kelayakan proyek secara komersial.
Fasilitas pengayaan akan dibangun oleh AS, namun Washington menegaskan tidak akan menyerahkan teknologi sensitif terkait proses pengayaan.
>>> Kejagung Belum Jadwalkan Pemanggilan Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
Selama sepuluh tahun pertama, Riyadh juga dilarang mengembangkan sendiri teknologi pengayaan uranium atau membelinya dari negara lain.
Meski demikian, kesepakatan ini tetap menimbulkan kekhawatiran karena Arab Saudi tidak diwajibkan mengikuti standar pengawasan internasional yang dikenal sebagai "gold standard".
Sebagai gantinya, kedua negara menyepakati mekanisme pengawasan bilateral yang mirip dengan protokol Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Namun, mekanisme tersebut tidak memuat sejumlah ketentuan yang selama ini ditolak Riyadh.
Update Terbaru
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB







