MBG Bakal Rakus seperti Pacman, Sudaryono: Tak Ada Lagi Mandi Susu hingga Buang-buang Wortel
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan visi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut program unggulan pemerintah itu akan menjadi seperti "Pacman" yang terus menyerap hasil pertanian dan peternakan dalam jumlah besar.
>>> 16 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Semuanya Pernah Dikumpulkan Prabowo di Sentul
Menurut Sudaryono, kebutuhan pangan untuk MBG akan menciptakan pasar baru yang stabil bagi petani dan peternak di Indonesia.
"MBG atau makan bergizi gratis ini seperti Pacman. Dia emerging market, punya besaran konsumsi yang cukup besar," kata Sudaryono, Kamis (23/7/2026).
Daya serap yang besar tersebut diyakini dapat membantu mengurangi risiko hasil produksi pertanian dan peternakan tidak terserap pasar.
Pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan logistik MBG melalui peningkatan produksi di sektor pertanian agar pasokan tetap terjaga.
Mengakhiri Fenomena Mandi Susu dan Buang-buang Wortel
Sudaryono berharap kehadiran MBG mampu mengakhiri fenomena yang kerap terjadi ketika hasil produksi melimpah justru berakhir menjadi limbah akibat minimnya permintaan pasar.
>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 dengan Chip Snapdragon Wear Elite
"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi.
Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.
Fenomena "mandi susu" maupun pembuangan hasil panen pernah menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan di sektor pangan.
MBG, dengan kebutuhan jutaan porsi makanan setiap hari, diyakini mampu menjadi pasar baru yang menyerap komoditas pertanian secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
>>> Perusahaan AI Sembunyikan Utang Raksasa di Luar Neraca
Melalui skema tersebut, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berupaya menciptakan efek berganda terhadap perekonomian, khususnya bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan dalam negeri.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







