Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ untuk Siswa SD Mulai Kelas 4
Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan materi pembelajaran tentang pencegahan penyebaran budaya LGBTQ. Materi ini rencananya akan disisipkan ke dalam kurikulum pendidikan.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i mengatakan materi tersebut mulai diberikan kepada siswa kelas 4 sekolah dasar.
>>> G-Dragon Tampil Berambut Pirang saat Pidato sebagai Duta Kehormatan UNESCO
Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik agar tidak mudah terpengaruh budaya yang dinilai negatif.
"Penyebaran (budaya LGBTQ) itu ancaman pertahanan negara non-militer. Karena itu sebuah ancaman, harus kita hindari ya," kata Romo Syafi'i di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Romo Syafi'i, penyusunan materi merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025-2029.
Dalam aturan itu, penyebaran budaya LGBTQ dikategorikan sebagai ancaman nonmiliter.
Kemenag menilai jalur pendidikan menjadi salah satu cara memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai isu tersebut.
"Dan dari caranya, tentu dengan memberikan pemahaman pada anak-anak didik kita, agar tidak dipengaruhi oleh budaya itu.
>>> Sinopsis Drama China Blossoms of Power, Dibintangi He Yu dan Meng Ziyi
Maka dari itu Kemenag menyusun kurikulum, nanti akan di-insert dalam kurikulum yang sudah ada," ujarnya.
Romo Syafi'i menjelaskan materi akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk SD, pembelajaran diberikan kepada siswa kelas 4 hingga 6.
"Memberikan pemahaman dan tingkat SD itu mungkin mulai kelas 4, 5, 6. Kemudian kalau menengah, pertama 1, 2, 3, dan atas 1, 2, 3.
Mudah-mudahan dengan itu, mereka bisa memahami betapa berbahayanya penyebaran budaya LGBT," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
>>> Intip Spek Lengkap Huawei MatePad Pro Max, Debut di RI 22 Juli
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Prabowo menyebut kualitas pendidikan nasional masih perlu ditingkatkan untuk menjawab berbagai tantangan.
Update Terbaru
Gantikan Jay Idzes, Rizky Ridho Pimpin Lini Belakang Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi dengan AS dan Desak Perubahan Sikap Washington
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Tujuh Polisi Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Tangsel Buka Suara
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Pabrik Garmen Hong Kong PHK 846 Pekerja, Ini Penjelasan Said Iqbal
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB







