Produsen Tank Terbesar Eropa Tunda IPO, Jerman Siap Jadi Pemegang Saham
KNDS, perusahaan di balik tank Leopard dan Leclerc, menunda rencana pencatatan sahamnya di bursa Eropa.
Langkah ini terjadi saat Jerman bersiap menjadi pemegang saham utama melalui bank pembangunan KfW.
>>> Tinggal di Pinggiran Kota Kini Jadi Gaya Hidup Baru, Ini Alasannya
KNDS mengumumkan pada 1 Juli bahwa pemegang saham akan melanjutkan proses IPO setelah kondisi pasar membaik.
Perusahaan menyebut volatilitas sektor pertahanan Eropa sebagai alasan penundaan, meskipun persiapan hampir rampung.
Jerman Ambil Alih 40% Saham
Pemerintah Jerman mencapai kesepakatan prinsip dengan Wegmann untuk mengakuisisi 40% saham KNDS melalui KfW. Komite anggaran parlemen Jerman telah menyetujui akuisisi senilai hingga sekitar $8,2 miliar.
Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyebut KNDS sebagai perusahaan yang 'sangat diperlukan' bagi angkatan darat Jerman. Langkah ini mencerminkan pentingnya basis industri pertahanan Eropa.
Kinerja Keuangan dan Tantangan Lingkungan
KNDS melaporkan pendapatan 2025 sekitar $5 miliar, EBIT $756 juta, dan arus kas bebas $1,1 miliar. Pesanan tertunda mencapai rekor $37,9 miliar.
>>> Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
Namun, emisi gas rumah kaca Scope 1 dan 2 mencapai 56.964 metrik ton CO2 setara pada 2025.
Konsumsi energi total 274.802 MWh, dengan 74,2% dari bahan bakar fosil.
KNDS menargetkan pengurangan emisi Scope 1 dan 2 sebesar 63% pada 2035 dibandingkan baseline 2021. Target ini selaras dengan pendekatan Science Based Targets initiative, meski belum divalidasi SBTi.
Perusahaan juga terlibat dalam proyek MGCS untuk menggantikan tank Leopard 2 dan Leclerc pada 2040. Sistem ini akan menjadi platform tempur darat multi-vehicles, sensor, dan sistem digital.
Penundaan IPO memberi investor waktu lebih untuk mempelajari portofolio pesanan, bauran energi, dan komitmen lingkungan KNDS.
>>> Igor Tolic Buka Suara soal Rekrutan Baru Persib Mariano Peralta
Perusahaan menjadi uji coba kebijakan industri Eropa yang menggabungkan produksi pertahanan, modal swasta, dan target iklim.
Update Terbaru
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB







