Saham SpaceX Anjlok 45 Persen Usai IPO dan Penundaan Uji Terbang
Saham SpaceX mengalami penurunan selama tujuh hari perdagangan berturut-turut, jatuh 45 persen dari level tertinggi $225,64 ke posisi terendah baru $119,85 per Juli 2026.
Penurunan tersebut membuat harga saham berada di bawah harga IPO $135 pada 12 Juni dan harga debut $150, menghapus lebih dari $1,1 triliun nilai pasar perusahaan eksplorasi ruang angkasa dan kecerdasan buatan itu.
>>> Departemen Kehakiman AS Selidiki Anggota Kongres Cory Mills
Aksi jual saham terjadi bersamaan dengan penundaan uji terbang ke-13 Starship yang semula dijadwalkan 16 Juli karena masalah pengapian mesin.
SpaceX menargetkan upaya peluncuran berikutnya pada Kamis.
Tekanan pasar juga dipicu akuisisi SpaceX senilai $60 miliar terhadap agen AI coding Cursor, integrasi perusahaan rintisan AI milik Elon Musk yaitu xAI, serta peringkat ESG Triple-C dari penyedia indeks MSCI.
Kinerja Keuangan dan Jadwal Penting
Investor menantikan 4 Agustus, ketika SpaceX dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 dan melaporkan kinerja di seluruh unit bisnis konektivitas satelit, transportasi ruang angkasa, dan infrastruktur AI.
>>> One Piece Episode 1170: Pertarungan Spektakuler di Kastil Elbaph
Pada kuartal pertama 2026, SpaceX melaporkan pendapatan total $4,7 miliar, didorong oleh $3,26 miliar dari bisnis konektivitas Starlink, $820 juta dari layanan AI, dan $620 juta dari operasi ruang angkasa.
Perhatian pasar juga tertuju pada 6 Agustus, ketika hingga 900 juta saham orang dalam menjadi layak diperdagangkan dalam pembukaan kuncian saham besar pertama pasca-IPO.
Menanggapi aksi jual, CEO Elon Musk melalui platform media sosial X menyatakan bahwa perusahaan yang mempertahankan posisi short signifikan di SpaceX memiliki probabilitas bertahan sangat rendah.
>>> Film Rakuen Tsuihō -Expelled from Paradise- Kokoro no Resonance Rilis Trailer Kelima dan Visual Baru
Tesla, perusahaan lain yang dipimpin Musk, akan melaporkan hasil kuartal kedua pada 22 Juli, menarik perhatian analis yang mengkaji laporan diskusi merger antara kedua entitas.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







