Bahlil: Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara Rp680 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proyek LNG Abadi Masela di Blok Masela, Maluku, diperkirakan memberikan penerimaan negara hingga Rp680 triliun.
Proyek strategis nasional ini juga diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja dan memperkuat ketahanan energi nasional.
>>> Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka Akibat Efisiensi Anggaran
Bahlil mengatakan proyek tersebut akan menghasilkan penerimaan langsung bagi negara sekitar US$37,8 miliar atau setara Rp680 triliun dengan asumsi kurs Rp18 ribu per dolar AS.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).
Selain penerimaan langsung, terdapat kontribusi pajak tidak langsung yang diperkirakan mencapai US$6,43 miliar atau sekitar Rp115,74 triliun per tahun setelah groundbreaking.
Dampak terhadap Lapangan Kerja
Pada masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung.
Setelah memasuki tahap operasi, Lapangan Abadi Masela akan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja.
Bahlil menegaskan pemerintah pusat dan daerah telah sepakat memprioritaskan putra daerah untuk bekerja di proyek tersebut.
Banyak anak daerah yang telah dikirim untuk mengikuti pendidikan di Akademi Migas milik Kementerian ESDM di Cepu.
Bahlil berjanji tenaga profesional yang direkrut akan diutamakan dari putra daerah, baru jika perlu ditambah dari daerah lain atau luar negeri.
>>> BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan Hindayana, Pembayaran Masih Diproses
Pengusaha lokal juga akan diutamakan untuk mendukung pembangunan Blok Masela, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Proyek LNG Abadi Masela diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Kehadiran proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pembangunan industri dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







