Kesulitan Mendengar di Tempat Bising Bisa Gandakan Risiko Demensia
Sebuah studi baru dari University of Oxford mengungkapkan bahwa kesulitan mendengar dalam lingkungan bising dapat menjadi indikator risiko demensia yang signifikan.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Alzheimer’s & Dementia ini menganalisis data lebih dari 82.000 partisipan berusia 60 tahun ke atas.
>>> Pusat Badai Nasional Pantau Sistem Tekanan Rendah di Dekat Florida
Para peneliti mengevaluasi kemampuan setiap partisipan dalam memahami ucapan di tengah gangguan suara.
Hasilnya menunjukkan korelasi kuat antara gangguan pendengaran dan peningkatan risiko demensia.
Gangguan Pendengaran sebagai Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Thomas Littlejohns, ahli epidemiologi dan penulis utama studi, menyatakan bahwa temuan ini memperkuat bukti bahwa gangguan pendengaran merupakan faktor risiko yang dapat diubah.
Penelitian ini mengikuti laporan penting di The Lancet yang sebelumnya mengidentifikasi gangguan pendengaran sebagai salah satu faktor risiko utama demensia.
>>> Wally Funk, Penerbang Perempuan Pionir, Meninggal di Usia 87 Tahun
Katy Stubbs, ahli saraf dari Alzheimer’s Research UK, menekankan pentingnya studi skala besar seperti ini untuk mengidentifikasi faktor risiko demensia.
Meskipun studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat langsung, hasilnya mendukung gagasan bahwa melindungi pendengaran dapat membantu mencegah penurunan kognitif.
Langkah sederhana seperti memakai pelindung telinga di tempat bising atau menggunakan alat bantu dengar dapat mengurangi risiko.
Salah satu temuan paling menjanjikan adalah potensi penggunaan tes pendengaran sebagai alat skrining awal demensia.
>>> Pujian Trump untuk Lindsey Graham Bercampur Kritik
Kesulitan memahami ucapan di lingkungan bising bisa menjadi tanda peringatan dini penurunan kognitif, sehingga memungkinkan intervensi lebih awal.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







