Krisis Ekonomi di Afghanistan: Keluarga Jual Anak Perempuan sebagai Pengantin Anak
Sima baru berusia 18 tahun, namun sudah melahirkan empat kali. Anak bungsunya baru lahir, sementara yang tertua berusia empat tahun.
Duduk bersama anak-anaknya di rumah bata lumpur di provinsi Badghis, Sima menceritakan bagaimana ayahnya memaksanya menikah dengan sepupunya setelah Taliban berkuasa.
>>> Masa Depan Turnamen Mayor Golf: Jadwal Padat dan Seruan Globalisasi
"Saya baru menyelesaikan kelas enam dan seharusnya naik ke kelas tujuh. Tapi dua bulan kemudian, ayah saya menekan saya untuk menikah dengan sepupu.
Setelah dipukul beberapa kali, saya terpaksa menerima," kata Sima.
Pada usia 13 tahun, Sima menjadi pengantin di dalam kompleks yang sama tempat ia tinggal sekarang.
Ia melahirkan anak-anaknya di sana, dan satu anak meninggal karena pneumonia pada usia satu tahun.
Kisah Sima bukan lagi pengecualian.
Wawancara dengan petugas di sebuah rumah sakit umum di Afghanistan utara mengungkapkan bahwa 42 anak di bawah umur melahirkan dalam lima bulan pertama tahun ini.
Enam di antaranya adalah kehamilan kedua.
Lima mengalami kehamilan ektopik – penyebab utama kematian ibu – dan 18 menjalani operasi caesar. Dua orang meninggal, meskipun bayi mereka selamat.
Mereka adalah korban dari tren pernikahan anak yang meningkat, didorong oleh kebijakan Taliban yang melegalkan praktik tersebut dan memaksa anak perempuan keluar dari sekolah, serta krisis kemanusiaan yang semakin dalam.
Praktik Pernikahan Anak Meningkat Drastis
Pernikahan anak bukan hal baru di Asia Selatan. Namun, sementara praktik ini menurun di kawasan lain, pengambilalihan Taliban justru membalikkan tren di Afghanistan.
"Sejak pemerintahan baru berkuasa, jumlah ibu anak-anak meningkat drastis.
Dulu, mungkin hanya dua ibu anak-anak yang datang ke rumah sakit setiap bulan, kebanyakan dari keluarga buta huruf.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







