Rumor Nintendo Switch 2 OLED: Produksi Massal Paling Cepat Akhir 2027
Rumor terbaru mengindikasikan bahwa Nintendo mungkin sedang mempertimbangkan versi OLED untuk konsol Switch 2. Namun, kabar ini masih sebatas spekulasi dan belum ada pengumuman resmi dari perusahaan.
Laporan dari ZDNET Korea yang dikutip oleh Digital Foundry menyebutkan bahwa Nintendo of Japan tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan genggam dengan layar HD 1280x720 yang diperbarui.
>>> Mengupas Tumpukan Bawah Anime Musim Panas 2026
Sumber tersebut juga mengatakan ada kemungkinan pengembangan dimulai pada akhir tahun ini.
Saat ini, Nintendo Switch 2 yang sudah dirilis menggunakan layar LCD 7,9 inci dengan resolusi 1920x1080, dukungan HDR10, dan VRR hingga 120Hz dalam mode genggam.
Model OLED yang dirumorkan akan menggunakan layar dari Samsung, pemasok yang sama untuk Switch OLED generasi pertama pada 2021.
Menurut laporan yang sama, jika model ini disetujui, produksi massal diperkirakan dapat dimulai paling cepat akhir 2027 atau awal 2028.
Belum ada informasi mengenai harga yang akan dibanderol untuk konsol ini.
Sebagai perbandingan, Nintendo Switch OLED asli diluncurkan dengan harga $350, lebih mahal $50 dari model standar $299,99.
>>> ServiceNow Naik Peringkat ke Netral di Tengah Pemulihan Pasar Software
Namun, kondisi ekonomi saat itu berbeda dengan sekarang yang dihantam inflasi dan kenaikan biaya akibat krisis RAM.
Dengan demikian, harga Switch 2 OLED kemungkinan akan jauh lebih tinggi, mengingat model LCD dasar saja diperkirakan mencapai $500 per 1 September 2026.
Meski demikian, informasi ini perlu disikapi dengan hati-hati. Nintendo sendiri belum membuat pernyataan resmi apa pun mengenai model OLED baru.
Sebagian pihak lebih berharap pada kemunculan Nintendo Switch 2 Lite yang lebih terjangkau, terutama bagi mereka yang ingin memainkan game eksklusif seperti Pokemon Pokopia tanpa harus merogoh kocek $500.
Di sisi lain, Nintendo telah mengonfirmasi akan merilis model Switch 2 dengan baterai yang dapat diganti di Eropa tahun depan.
>>> AS Hentikan Penarikan Pesawat Militer dari Bandara Ben Gurion
Model ini tidak memiliki layar baru, tetapi baterai yang dapat diganti memudahkan perbaikan dan membantu mengurangi limbah elektronik, sesuai regulasi Uni Eropa.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







