PMI Manufaktur Indonesia Anjlok, Ekonom: Alarm bagi Pemerintahan Prabowo
Penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia menjadi peringatan serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menyebut data PMI telah turun ke level 46,9 pada Juni 2026.
>>> BPR Gagal Penuhi Modal Inti Rp6 Miliar Terancam Sanksi OJK
Angka di bawah 50 menunjukkan sektor manufaktur memasuki fase kontraksi yang mengkhawatirkan.
Menurut Didik, kondisi ini bukan sekadar penurunan aktivitas industri, melainkan sinyal bahwa fondasi manufaktur nasional tertekan berkepanjangan.
Ia menilai hal tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah karena sektor industri merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Meski ekonomi Indonesia kuartal sebelumnya tumbuh 5,61 persen, pertumbuhan itu lebih ditopang belanja pemerintah, bukan aktivitas industri yang sehat.
"Sektor industri sudah lama terombang-ambing dan tidak mempunyai pijakan kebijakan yang jelas.
PMI yang masuk zona kontraksi merupakan buah dari absennya kebijakan industri dan investasi," ujar Didik, Minggu (5/7).
Ia menekankan penyebab utama lesunya industri bukan semata faktor global, melainkan persoalan domestik yang belum terselesaikan.
Dunia usaha masih menghadapi regulasi tidak konsisten, birokrasi berbelit, dan minimnya insentif bagi investor untuk membangun industri bernilai tambah.
>>> Kasus Akses Ilegal Rp90 Miliar Mirae Asset Sekuritas Naik ke Penyidikan
Akibatnya, banyak pelaku usaha menunda investasi baru karena belum ada kepastian arah kebijakan pemerintah.
"Dunia usaha tidak akan berinvestasi selama tidak ada kebijakan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet, dan insentif yang memadai," katanya.
Didik membandingkan kondisi Indonesia dengan Vietnam yang konsisten menjalankan kebijakan industrialisasi berbasis investasi.
Vietnam berhasil menarik FDI ke sektor manufaktur berorientasi ekspor dan mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen.
Keberhasilan itu mengantarkan Vietnam masuk kategori negara berpendapatan menengah atas menurut Bank Dunia pada 2026.
Sebaliknya, Indonesia belum memiliki arah kebijakan industri yang konsisten, sehingga pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran 5 persen tanpa dukungan sektor manufaktur kuat.
Didik menilai pemerintah perlu segera melakukan deregulasi, debirokratisasi, dan memberikan kepastian hukum bagi investor.
>>> Tamu Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Dapat Souvenir Berhias Berlian
Tanpa pembenahan iklim investasi, penurunan data ekonomi bukan hanya statistik bulanan, melainkan pertanda daya saing industri Indonesia terus melemah dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara.
Update Terbaru
Motul dan IPONE Buktikan Kualitas Pelumas di Medan Ekstrem Samosir
Minggu / 05-07-2026, 13:38 WIB
Cara Mudah Cek Bansos BPNT Menggunakan HP, Cukup Masukkan NIK
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
Liburan Hemat ke Jogja, Naik KA Joglosemarkerto dari Bumiayu Mulai Rp140 Ribu
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
BEI Usulkan Perombakan Papan Pemantauan Khusus, Tiga Kriteria Saham Dihapus
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
Purbaya Kawal Tiga Program Prioritas Prabowo, Realisasi MBG di Jateng Jangkau 9,16 Juta Penerima
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
BPK Diminta Beri Penjelasan atas Munculnya Nama Anggota di Sidang Korupsi Bea Cukai
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
Viral Warga Lampung Timur Tolak Bayar Pajak demi Bangun Jalan Swadaya, Bupati Respons
Minggu / 05-07-2026, 13:37 WIB
Spesifikasi Moto G77 Power Resmi Terungkap Sebelum Peluncuran 8 Juli
Minggu / 05-07-2026, 13:36 WIB
Vivo Y500 Resmi Meluncur di Pakistan dengan Baterai 8.100mAh dan Layar AMOLED 5.000nit
Minggu / 05-07-2026, 13:36 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 5 Juli: Taurus Terlalu Cemburu, Leo Harus Jujur
Minggu / 05-07-2026, 13:36 WIB
Suikoden: The Anime Umumkan Tambahan Pemeran dan Lagu Tema Pembuka
Minggu / 05-07-2026, 13:33 WIB
Suikoden: The Anime Umumkan Tambahan Pemeran dan Lagu Tema Pembuka
Minggu / 05-07-2026, 13:32 WIB
Franchise Alien Stage Umumkan Proyek Anime dan Tur Pertunjukan 3D
Minggu / 05-07-2026, 13:30 WIB







