Ismael Kone mengalami patah tulang kering dan fibula saat melawan Qatar.

David, yang sangat tajam melawan Qatar, kembali ke performa seperti di Juventus saat dibutuhkan: pelanggaran taktis, kartu kuning, dan tendangan bebas melambung di atas mistar.

>>> Jesse Marsch Akui Kualitas Maroko di Sepertiga Akhir Jadi Penentu Kekalahan Kanada

Ounahi: Bintang Baru Maroko

Luis Enrique pernah bertanya pada 2022: "Ya Tuhan, dari mana datangnya pemain ini?" Empat tahun kemudian, gelandang Girona itu masih membuat orang bertanya-tanya.

Gol pertamanya brilian — tembakan dari tepi busur penalti yang menyentuh pojok bawah. Gol keduanya penuh ketenangan, berlari mengejar umpan Brahim Diaz dan menyelesaikannya seperti striker.

Ini adalah brace pertama pemain Maroko di Piala Dunia sejak Salaheddine Bassir mencetak dua gol melawan Skotlandia pada 1998.

Maroko membutuhkannya karena cedera Saibari mengancam. Pemain baru Bayern Munich itu — pencetak gol terbanyak Maroko di turnamen ini — meninggalkan lapangan sambil memegang hamstringnya.

Jika dia tidak bisa bermain, pemain lain harus memikul beban gol di perempat final. Ounahi baru saja mengajukan diri.

Masa Depan Cerah Kanada

Kanada berjuang gagah berani hingga akhir, dan tidak ada rasa malu kalah dari tim yang mencapai semifinal Piala Dunia empat tahun lalu.

Gambaran besarnya optimistis.

Ini adalah negara yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, memadati Toronto dan Vancouver, dan mengubah negara hoki menjadi negara sepak bola selama sebulan.

Fondasinya nyata.

Jesse Marsch telah membangun tim yang koheren dan berani — yang mampu menekan Maroko hingga krisis di babak pertama.

Inti tim masih muda: Moise Bombito, Ismael Kone, Davies (masih 25 tahun). David seharusnya berada di puncak kariernya.

Sepak bola Kanada belum pernah setinggi ini.

>>> 6 Tips Memvalidasi Perasaan Anak agar Lebih Dipahami

Pada 2030, tidak ada yang akan menyebut mereka cerita lucu. Mereka akan disebut sebagai ancaman.