Menurutnya, dana yang sebelumnya habis untuk ongkos tanam kini dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pembelian pupuk.

Perubahan yang dirasakan petani ternyata tidak hanya berasal dari alat tanam.

Angga Dwi Hardianto, petani lain di Kampung Candra Jaya, mengatakan PM-AAS juga memperkenalkan penggunaan teknologi seperti drone untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan.

Seluruh proses tersebut didampingi petugas dari pemerintah.

"Kemarin penyemprotan pakai drone, pemupukan juga memakai drone. Jadi hemat tenaga lebih banyak," katanya.

Ia menjelaskan metode baru itu tetap menggunakan prinsip tanam benih langsung (tabela), tetapi benih tidak lagi disebar secara acak.

Benih terlebih dahulu direndam selama sehari, kemudian ditiriskan sebelum dimasukkan ke dalam tabung drum seeder.

Saat alat didorong di atas lahan, benih keluar melalui lubang-lubang yang telah diatur sehingga jarak tanam menjadi lebih seragam.

Menurut Angga, pola tersebut membuat tanaman memperoleh ruang tumbuh yang lebih baik.

"Lebih rapi, lebih rapat juga. Jadi ada legowonya.

Sirkulasi udara dan cahaya matahari lebih bagus sehingga bisa membantu mencegah jamur atau penyakit lainnya," ujarnya.

Walaupun panen baru diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus, ia mengaku para petani sudah dapat membaca perbedaan pertumbuhan tanaman dibanding musim-musim sebelumnya.

"Petani biasanya sudah bisa membaca. Dari pertumbuhannya sekarang kelihatan lebih bagus daripada yang biasanya," katanya.

Sebelumnya, hasil panen di wilayah itu rata-rata hanya berkisar 4,5-5,5 ton per hektare.

Melalui PM-AAS, potensi produktivitas yang ditargetkan mencapai sekitar 10 ton per hektare, meski capaian akhirnya masih menunggu hasil panen.

PM-AAS sendiri tidak hanya mengubah cara menanam padi.

Model budidaya ini mengombinasikan penggunaan varietas unggul adaptif, pengelolaan hara berimbang, sistem irigasi hemat air, mekanisasi pertanian, digitalisasi, hingga manajemen pascapanen.

Pada lokasi percontohan di Merauke, teknologi tersebut juga dilengkapi penggunaan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama serta sistem tanam yang lebih rapat dan teratur.

Fadjry mengatakan penerapan metode itu akan tetap disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah.

Di Merauke, misalnya, pola tanam dirancang mengikuti kondisi lahan pasang surut yang pada periode tertentu dipengaruhi masuknya air asin, sehingga digunakan varietas yang lebih toleran terhadap salinitas maupun penyakit tungro.

>>> Desak Made Rita Rebut Emas di World Climbing Series Krakow 2026

Menurutnya, setelah melalui berbagai proyek percontohan, PM-AAS mulai diterapkan lebih luas pada tahun ini di seluruh provinsi dengan skala yang berbeda-beda.