Keluarga kini berusaha menelusuri rekaman CCTV di sekitar kampus untuk mengetahui aktivitas Nadira setelah tiba di lokasi.

"Karena titik terakhir ada kontak itu kan di sekitar Tel-U lalu kita coba sisir CCTV, pergi ke mana sama siapanya mudah-mudahan ada tanda dari CCTV itu," katanya.

Selain penelusuran kamera pengawas, keluarga juga mengupayakan bantuan dari penyedia layanan telekomunikasi guna menelusuri komunikasi terakhir Nadira.

Budi mengatakan seluruh proses pencarian dilakukan bersama kepolisian dan berbagai pihak yang turut membantu.

"Kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan berbagai pihak, termasuk dalam hal penyebaran informasi yang akurat," ujarnya.

Laporan orang hilang sendiri telah dibuat ke Polrestabes Bandung pada 1 Juli 2026.

"Sudah, tanggal 1 Juli 2026," kata Budi.

Polisi Sempat Menerima Informasi Nadira Berada di Rumah Bibinya

Kapolsek Rancasari Kompol Herman Junaidi mengatakan anggotanya telah mendatangi kediaman orang tua Nadira setelah menerima informasi yang menyebut mahasiswi tersebut berada di rumah bibinya.

Menurut Herman, informasi tersebut diperoleh saat anggotanya berkomunikasi dengan ibu Nadira.

"Kemarin itu kita dapat informasi langsung dari orang tuanya, dari ibunya. Ortunya hanya bilang iya pak sedang ada masalah keluarga sudah ada di rumah bibinya, itu saja, dan dia tak membuka komunikasi lagi, enggak mungkin kita paksa kan," katanya.

Ciri-ciri Nadira Az Zahra

Nadira meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menuju kampus Telkom University. Saat itu ia mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung krem, dan membawa tas ransel kuliah berwarna krem berisi laptop, tablet, serta telepon seluler.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas angkatan 2025 itu memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter dengan berat badan sekitar 55 kilogram. Ciri fisiknya berkulit sawo matang cenderung putih dan berambut lurus.

Keluarga berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Nadira dapat segera menyampaikannya kepada pihak berwenang.

"Kami mohon bantuan dan doa dari semua pihak agar Nadira dapat ditemukan dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga. Kami juga berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang terus membantu kami dalam upaya menemukan Nadira," kata Budi.