Namun, metode tersebut masih menghadapi kendala teknis. Air yang digunakan harus bersih agar tidak menyumbat lubang-lubang kecil pada pipa injeksi.

"Ada kendala teknis, airnya harus bersih, enggak bisa air yang tercampur dengan lumpur, karena pipanya banyak pori-pori yang masuk ke bawah," jelasnya.

>>> Houthi Ancam Serang Bandara-bandara di Arab Saudi

KLH meminta pemerintah daerah segera menyiapkan pasokan air bersih dari Perumda agar proses pemadaman dengan sistem inject dapat berjalan optimal.

"Karena harus high pressure. Perlu air yang high pressure juga," ujarnya.

Pembangunan Waste to Energy Tetap Berjalan

Diaz memastikan kebakaran TPA Jatiwaringin tidak akan menghambat rencana pembangunan proyek waste to energy (WtE).

Proyek tersebut merupakan program prioritas pemerintah untuk mengelola sampah dengan teknologi insinerasi menghasilkan energi listrik.

TPA Jatiwaringin adalah lokasi yang direncanakan untuk pembangunan WtE di Kabupaten Tangerang.

"Program prioritas dari Bapak Presiden, kami memastikan bahwa program ini tetap bisa berjalan, dan tanah yang digunakan, yang dialokasikan untuk WtE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain," ujarnya.

Pembangunan WtE akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare.

Selain itu, tersedia lahan tambahan sekitar dua hektare yang akan dimanfaatkan sebagai area pengelolaan fly ash and bottom ash (FABA).

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan pelayanan pengangkutan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Tangerang tetap berlangsung. Aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke area yang belum terdampak kebakaran.

"Sampah dari kecamatan-kecamatan lain tetap datang ke sini, kita tempatkan di tempat yang masih kosong. Dari 33 hektare area TPA, ada enam hektare yang belum terisi," tutur Maesyal.

>>> Tardigrada Gagal Bertahan di Tanah Mars, Ilmuwan Temukan Penyebabnya

Hingga Sabtu pagi, petugas gabungan masih terus berjibaku memadamkan kobaran api yang belum sepenuhnya berhasil dikendalikan pada hari kelima kebakaran TPA Jatiwaringin sejak Selasa (30/6).