Dalam sehari, Dindev dan adiknya bisa menangani sekitar 200 pesanan. "Per hari sekitar 100 order, berdua sama adik saya," ujarnya.

Dindev mengatakan keuntungan jasa titip bergantung pada jumlah dan jenis produk yang dibeli pelanggan. Ia menyebut omzetnya bisa mencapai belasan juta rupiah per hari.

"Bisa double digit, bisa belasan," katanya.

Sementara Natalia (30) mengaku salah satu produk yang paling banyak dititipkan pelanggan justru bukan skincare atau makeup, melainkan pembalut.

"Yang rame justru pembalut. Agak repot, tapi seru juga," katanya.

Natalia biasanya menyiapkan modal sekitar Rp2 juta per hari. Meski mengaku masih jastiper skala kecil, ia bisa meraih keuntungan sekitar Rp1 juta dalam sehari.

"Kalau saya masih kecil. Modal sekitar Rp2 juta sehari, untungnya bisa sekitar Rp1 jutaan," ujarnya.

>>> 7 Barang yang Tidak Boleh Dicuci Pakai Air Panas, Bisa Rusak

Fenomena jastip menjadi salah satu warna tersendiri di Jakarta X Beauty setiap tahun. Di tengah ramainya pengunjung, para jastiper melihat pameran kecantikan ini sebagai peluang usaha.