"Jadi kita menunggu adanya awan di daerah Jatiwaringin ini. Jadi setelah ada awan di area atas sini akan dilaksanakan OMC.

Insyaallah mungkin dua sampai tiga hari ke depan kita bisa laksanakan operasi modifikasi cuaca, jadi dengan bantuan hujan buatan," ujar Djohan.

Hingga hari keempat, sekitar 30 persen area yang sebelumnya terbakar dilaporkan telah berhasil dikendalikan.

Pantauan CNNIndonesia. com di lokasi pada Jumat pagi menunjukkan api masih menyala di sejumlah titik.

Kepulan asap pekat terus membumbung ke udara dan bergerak ke arah barat mengikuti embusan angin.

>>> KPK Segel Ruang Kerja Bupati Langkat Syah Afandin Usai OTT

Upaya pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat.

Dua unit helikopter water bombing milik BNPB kembali diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan di sejumlah titik. Alat berat jenis excavator juga dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi.

Langkah ini bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah sekaligus mencegah bara api kembali menyala.

Di sisi lain, akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi.

Jalur tersebut hanya diperbolehkan dilalui kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua helikopter water bombing serta 18 unit armada pemadam kebakaran pada hari keempat penanganan.

"Jadi sudah hari keempat, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 pemadam kebakaran," ujar Djohan di lokasi.