Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7).

Pilot tersebut menjadi korban penyerangan dan pembakaran pesawat di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, pada Kamis (2/7).

>>> Britney Spears Tampil Santai saat Jalan-jalan di Los Angeles

Operasi evakuasi dilakukan melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan.

Selain itu, tim juga melaksanakan Search and Rescue (SAR) Taktis untuk mengevakuasi korban dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Medan pegunungan yang sulit menjadi tantangan utama.

Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot tersebut.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.

>>> 3 Manfaat Alpukat untuk Gula Darah, Asupan Ramah Diabetes

Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto dalam keterangan tertulis, Jumat.

Sebelumnya, pesawat AMA dengan nomor penerbangan PK-RCY dibakar oleh diduga kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau orang tak dikenal (OTK) di Bandara Ipdeheik.

Pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Lokasi pesawat berada di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi geografis yang sulit membuat proses evakuasi dan investigasi terhambat. Belum ada akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis.

>>> Marak Terapi Oksigen di China Bantu Siswa Kurangi Stres Ujian Nasional

Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan bandara yang berada di ketinggian sekitar 2.292 mdpl menjadi hambatan petugas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.