Erick mencontohkan di Bandung total pendaftar maraton bisa mencapai 15 ribu hingga 20 ribu pelari.

Sementara di Mandalika, sebuah ajang yang disponsori brand tertentu mampu menarik 10 ribu peserta.

>>> Profil Danilo Santacruz Gonzalez, Eks Timnas Paraguay yang Jadi Rekrutan Asing Perdana Madura United

Potensi pasar yang besar di Indonesia bahkan membuat negara-negara tetangga menyelaraskan jadwal ajang balap internasional mereka.

Erick mencontohkan Singapura yang menjadwalkan Formula 1 bersamaan dengan momentum pelaksanaan MotoGP di Indonesia.

Saat ini perputaran ekonomi dari dampak langsung penyelenggaraan MotoGP di Mandalika telah menembus angka Rp4,9 triliun.

Dampak nyata terlihat dari menjamurnya usaha rumah makan baru serta meningkatnya investasi vila di wilayah pesisir.

Kemenpora menilai Indonesia masih memiliki banyak potensi wisata olahraga yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa sektor yang kini mulai dilirik meliputi olahraga selancar air serta pendakian gunung.

Kompetisi Domestik dan Pembinaan Atlet

Di samping sektor wisata, kompetisi liga olahraga domestik yang berjalan rutin juga memberikan kontribusi besar pada perputaran ekonomi nasional.

Perputaran uang pada kompetisi sepak bola kini mencapai Rp700 miliaran, sementara liga bola basket mencatat angka Rp60 miliaran.

Pemerintah optimistis angka tersebut akan melonjak drastis jika cabang olahraga lain mampu memutar kompetisi profesional secara mandiri.

Kemenpora berharap Indonesia bisa menduplikasi kesuksesan industri olahraga Amerika Serikat yang mengandalkan banyak liga olahraga berkelas dunia.

Erick menekankan bahwa olahraga bukan lagi cost center, melainkan revenue opportunity.

Ia mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo bahwa dalam pembangunan sebuah negara, olahraga adalah cermin dari keberhasilan negara tersebut.

Di samping penguatan industri, Kemenpora tetap fokus menjalankan program pembinaan prestasi atlet jangka panjang dan inisiasi dana pensiun.

>>> Viral Messi Tertawa Saat Digeledah Petugas Bandara AS

Upaya penyederhanaan regulasi keolahragaan, kerja sama lintas kementerian, serta kesetaraan bagi atlet disabilitas juga terus berjalan beriringan.