Bayangkan orang asing mengintip koordinat GPS di selfie lama dan tiba di depan pintu rumah. Itu cukup mengganggu hingga saya bertindak.

Termux dan ExifTool: Solusi Ampuh

Saya dulu meremehkan pentingnya format EXIF. Kabar baiknya, data EXIF tidak permanen.

Saya menggunakan aplikasi kamera alternatif Secure Camera yang otomatis menghapus metadata.

Beberapa pabrikan Android bahkan menyediakan fitur bawaan. XOS 16 di ponsel saya memiliki Location Information Protection di menu privasi.

Sebagai langkah ekstra, saya menjalankan ExifTool melalui Termux. Aplikasi Android gratis ini mengubah ponsel menjadi komputer Linux mini.

Saya rutin menggunakannya untuk mengunduh gambar dan video dari situs web menggunakan perintah wget dan yt-dlp atau Python.

ExifTool mampu menghapus jejak metadata.

>>> Boy Arnez Buka Suara soal Kekalahan Awal, Bangkitnya Timnas Voli, hingga Tawaran ke Luar Negeri

Berikut perintah shell yang saya gunakan:

wget https://github. com/exiftool/exiftool/archive/refs/tags/13.55.

tar. gz -O ExifTool-13.55.

tar. gz — mengunduh arsip ExifTool dari GitHub.

tar -xzf ExifTool-13.55. tar.

gz — mengekstrak arsip yang diunduh.

perl ~/exiftool-13.55/exiftool filename. jpg — membaca dan mencetak semua metadata dari file.

Ganti filename. jpg dengan nama file asli.

perl ~/exiftool-13.55/exiftool -all= -overwrite_original filename. jpg — menghapus metadata secara permanen dan menimpa file tanpa membuat salinan cadangan.

Saya menjalankan pkg install make di Termux terlebih dahulu untuk menyiapkan lingkungan kompilasi. Kemudian perintah wget mengunduh arsip ExifTool sebesar 8MB.

Setelah diekstrak, saya memberikan izin penyimpanan ke Termux. Tanpa izin, aplikasi bisa melihat nama file tapi tidak bisa membukanya.

Saya mengarahkan ExifTool ke folder berisi foto yang sudah diberi tag geotag.