Jakarta, CNN Indonesia -- Perjalanan Timnas Voli Putra Indonesia menjuarai AVC Men's Cup 2026 menjadi salah satu kisah paling berkesan dalam sejarah voli nasional.

Berstatus bukan unggulan, Indonesia justru mampu bangkit setelah kalah telak dari Korea Selatan di laga pembuka fase grup, sebelum akhirnya membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada partai final, Minggu (28/6).

>>> Apple Hadapi Verifikasi 14 Layanan Digital oleh Komdigi, Termasuk Safari dan Siri

Di balik pencapaian itu, ada proses panjang yang tidak banyak diketahui publik.

Tekanan dari luar, keraguan terhadap tim, hingga perubahan pelatih di tengah persiapan menjadi tantangan yang harus dihadapi para pemain.

Salah satu pilar kemenangan Indonesia, Boy Arnez, berbagi cerita secara terbuka mengenai perjalanan tim sejak fase awal turnamen, sosok yang membangkitkan kepercayaan diri pemain, strategi mengalahkan Korea Selatan, hingga target setelah membawa Indonesia menjadi juara Asia.

Dalam wawancara eksklusif, Boy juga mengungkap pandangannya mengenai peluang berkarier di luar negeri, tanggung jawab baru setelah meraih gelar MVP dan Best Outside Hitter, serta bagaimana menjaga mental juara.

Kekalahan Awal dan Keraguan Netizen

Boy mengakui bahwa kekalahan 0-3 dari Korea Selatan di laga pertama memberikan pukulan mental bagi tim. "Dari segi teknik, mental, strategi, kita sudah kalah jauh," ujarnya.

Ia juga menyoroti tekanan dari netizen yang kerap memberikan komentar negatif. "Kadang kita enggak sengaja baca, jadi takut salah atau takut tampil jelek," kata Boy.

Menurutnya, keraguan lebih banyak datang dari luar tim. Namun, hal itu justru membuat pemain semakin tertekan dan tidak berani mengeksplorasi kemampuan.

Peran Pelatih Toiran dalam Kebangkitan