Insiden tersebut memicu kemarahan warga. Massa kemudian berdatangan mengepung petugas dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan.

Jumlah massa yang jauh lebih banyak membuat tim penindakan terpaksa mundur sambil meminta bantuan personel tambahan.

Dalam upaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota bahkan harus terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai.

Di sisi lain, tim pendukung yang menggunakan kendaraan sempat dihadang massa di jalan. Berkat manuver cepat, mereka berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara itu, anggota yang bertahan di pulau kecil kembali berusaha berenang menyeberangi sungai setelah posisi mereka terus dikepung dan diduga mendapat ancaman tembakan dari arah daratan.

Dalam kondisi kelelahan, tiga anggota kepolisian mengalami kesulitan saat berada di tengah sungai. Salah seorang personel dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Lima anggota lainnya berhasil mencapai tepian sungai dan menyelamatkan diri dengan berlindung di kawasan hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

Hingga Kamis siang, tim gabungan Polri masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari dua personel yang dilaporkan hilang.

Aparat juga telah menambah kekuatan pengamanan di Desa Tumbang Kalemei guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

>>> Sandy Walsh Resmi Gabung ke Persib Bandung

Sementara itu, jenazah anggota Polri yang gugur maupun warga sipil yang meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.