Sexyy Red menulis surat emosional kepada hakim yang menangani gugatan mendiang produser musik Tay Keith terkait royalti yang belum dibayar.

Surat itu ditulis pada 6 Juni 2026, beberapa hari sebelum Tay Keith meninggal dunia.

>>> Jose Reyes Dukung Carlos Beltran Jadi Manajer New York Mets

Dalam surat yang diperoleh TMZ, Sexyy membantah klaim dalam gugatan Tay dan mengaku baru mengetahui dirinya dijadikan tergugat.

"Saya terkejut dan terluka oleh tuduhan tersebut," tulisnya.

Sexyy menjelaskan bahwa sebagai artis, ia tidak diizinkan membayar produser secara langsung. Semua urusan tersebut ditangani oleh label rekaman.

Ia mengatakan kepada hakim, "Tay Keith dan saya adalah mitra kerja yang hebat dan bahkan teman yang lebih baik.

Jika label berutang uang kepadanya, saya yakin mereka sudah memulai proses pembayaran."

>>> Main Character Syndrome Bisa Berbahaya, Ini Tandanya

Sexyy juga mengungkapkan bahwa ada beberapa lagu yang ia dan Tay kerjakan bersama namun ia sendiri belum menerima pembayaran.

"Itu hanya proses label dalam melakukan pembayaran setelah semua dana diperoleh kembali," katanya.

Ia mengklaim Tay pernah mengatakan tidak yakin mengapa namanya dicantumkan sebagai tergugat. Sexyy meminta namanya segera dikeluarkan dari kasus tersebut.

Dalam gugatannya, Tay mengklaim telah mengerjakan 13 lagu untuk Sexyy pada 2024 tetapi tidak dibayar sepeser pun. Namun, perwakilan Tay dan label mengatakan Sexyy seharusnya tidak dijadikan tergugat.

Pengacara label, Dameka Davis, menyatakan bahwa negosiasi royalti ditangani oleh label, bukan artis. Ia mengaku telah bekerja sama dengan tim hukum Tay untuk menyelesaikan perjanjian royalti.

>>> Pahlawan Timnas Meksiko Masih Lapar, Belum Puas Cuma Lolos 16 Besar

Label mengklaim masalah royalti sedang diselesaikan pada minggu-minggu sebelum Tay meninggal. Perwakilan Tay menegaskan bahwa perselisihan terjadi antara label, dan mencantumkan Sexyy dalam gugatan hanyalah formalitas hukum.