Menurut dia, perusahaan merespons pelemahan permintaan dengan memangkas tenaga kerja, mengurangi aktivitas pembelian, dan menurunkan persediaan. Di sisi lain, tekanan biaya produksi kembali meningkat.

S&P Global mencatat inflasi biaya input pada Juni menjadi yang tertinggi sejak September 2013 sekaligus tertinggi kedua sejak survei dimulai pada April 2011.

Kenaikan tersebut dipicu lonjakan harga bahan baku serta pelemahan nilai tukar.

Akibatnya, produsen kembali menaikkan harga jual dengan laju tercepat dalam hampir 13 tahun terakhir.

Tekanan harga juga memperpanjang waktu pengiriman bahan baku dari pemasok untuk bulan kesembilan berturut-turut, meski perlambatannya menjadi yang paling ringan sepanjang tahun ini.

"Tekanan harga tetap berada pada level yang sangat tinggi. Produsen kembali melaporkan lonjakan biaya rata-rata akibat kenaikan harga bahan baku.

Inflasi biaya menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah survei dan mendorong kenaikan harga jual pabrik paling tinggi dalam hampir 13 tahun," ujar Bhatti.

Meski demikian, pelaku usaha mulai menunjukkan optimisme terhadap prospek 12 bulan ke depan.

>>> Prabowo Puji Dapur MBG Polri Terbaik, Diakui Lembaga Dunia

Tingkat keyakinan perusahaan meningkat dibandingkan Mei dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, didorong harapan tekanan harga akan mereda sehingga mampu mengangkat penjualan dan produksi.