Unggulan keempat Ben Shelton harus mengakui keunggulan petenis kualifikasi asal Finlandia, Otto Virtanen, di babak pertama Wimbledon pada 30 Juni 2026.

Virtanen, yang menempati peringkat 140 dunia, menang 6-4, 3-6, 6-7(8), 6-2, 7-6 (11-9) setelah pertandingan berlangsung lebih dari empat jam.

>>> Queen Camilla Temui J.K. Rowling, Bahas Literasi Bukan Kontroversi Trans

Kekalahan ini menjadi eliminasi Grand Slam paling awal dalam karier Shelton, sekaligus menghentikan momentumnya setelah memenangi turnamen pemanasan di Stuttgart.

Petenis Amerika berusia 23 tahun itu mengakui kekalahan ini sangat berat. "Ini pasti salah satu kekalahan terberat dalam karier saya, datang ke sini di Wimbledon," ujar Shelton.

Meski demikian, mantan semifinalis US Open itu tetap percaya diri dengan performanya. "Saya datang dengan bermain tenis yang sangat bagus.

Saya bahkan tidak merasa bermain buruk hari ini. Hanya saja segalanya tidak berjalan sesuai keinginan," katanya.

Shelton mengakui servisnya yang biasanya andal justru bermasalah selama pertandingan. "Saya merasa seperti berjuang melawan arus sepanjang hari.

Servis saya cukup buruk, jadi saya tidak mendapat banyak poin gratis," jelasnya.

>>> Penipu Netflix Carl Rinsch Dipenjara Meski Keanu Reeves Minta Keringanan

Ia juga menyoroti peluang yang terlewat di set kelima. "Saya punya 15-40 tiga kali terpisah di set kelima.

Lawan bermain sangat bagus di momen-momen itu," tambahnya.

Ketika ditanya tentang jalur potensial di turnamen yang menghindari unggulan teratas Jannik Sinner dan Novak Djokovic hingga final, Shelton menepis anggapan adanya gangguan.

"Saya tidak melihat itu sama sekali. Saya hanya fokus pada babak pertama," tegasnya.

Shelton memberikan pujian kepada Virtanen yang tampil luar biasa. "Siapa pun bisa menang pada hari tertentu.

Dia bermain hebat hari ini," pungkasnya.

>>> Anak 8 Tahun Naik Jet Ski Sendiri, Polisi Hentikan dan Ayahnya Diseret ke Pengadilan

Virtanen, yang hanya memenangi dua pertandingan level tur tahun ini sebelum Wimbledon, akan menghadapi pemain wildcard Inggris Arthur Fery di babak kedua.